oleh

DPRD Palu Minta Libur Guru Mengikuti Libur Siswa

PALU EKSPRES, PALU – Wakil Ketua DPRD Palu M Rizal meminta Pemerintah Kota Palu mempertimbangkan untuk memberi cuti bahu tenaga guru sesuai ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

Rizal menyebut, saat ini masih ada cabang dinas atau daerah yang berbeda menafsirkan peraturan terkait apakah guru ASN tetap masuk dinas saat libur sekolah ataukah tetap libur seperti siswa yang libur.

Adapun pertimbangan untuk hal tersebut kata Rizal adalah sebagai berikut.

Libur guru saat libur sekolah telah diatur perundang-undangan Indonesia sejak tahun 1953. Yakni peraturan pemerintah nomor 15 tahun 1953 perihal pemberian istirahat (Cuti) yang kemudian disempurnakan pada PP 24 tahun 1976.

Dalam pasal 17 katanya disebutkan, yang tidak berhak atas istirahat libur berdasar peraturan ini adalah guru-guru dan maha-guru pada sekolah yang mendapat libur menurut liburan yang berlaku untuk sekolah.

Maksud pasal 17 adalah, Guru/dosen yang telah mendapat liburan saat libur sekolah/ libur akademik, maka tidak berhak atas cuti tahunan.

Artinya, guru (ASN) mendapat jatah istirahat libur hanya saat libur akademik saja.

Demikian pula menurutnya ditegaskan dalam PP 24 tahun 1976 perihal cuti. Meski kemudian dicabut sejak berlakunya PP 11 tahun 2017, namun ditegaskan bahwa PNS yang menjadi guru pada sekolah dan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak berhak atas cuti tahunan.

“Dari pasal ini semakin jelas bahwa cuti tahunan guru adalah saat liburan akademik,” jelasnya.

Kemudian PP 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS. Dalam pasal 315 disebut bahwa PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah dan jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.

Pasal ini ujar Rizal menyiratkan bahwa, guru PNS/ASN mendapat liburan sesuai perundang-undangan yakni saat libur akademik.

Karena telah mendapat liburan saat libur akademik, maka tidak ada cuti tahunan.

Demikian pula dalam peraturan BKN nomer 24 tahun 2017 tentang tata cara pemberian cuti PNS.

Dalam Bab IIIa nomor 15 disebutkan, PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah dan jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti tahunan.

Sebab itu, dalam poin 15 inipun mnegaskan bahwa, Guru PNS/ASN mendapat liburan sesuai perundang-undangan yakni saat libur akademik. Karena telah mendapat liburan saat libur akademik, maka tidak ada hak cuti tahunan.

“Saya berharap bahwa jadwal libur bagi guru-guru itu sama dengan liburan yang diberikan kepada anak sekolah,”paparnya.

Menurutnya meski tugas guru dalam mengajar dan melakukan proses pembelajaran, akan tetapi ketika mereka diberikan beban dengan hanya diberikan satu hari libur kerja, maka hal ini juga kurang bijaksana.

“Sebagai mantan guru saya juga sangat merasakan beban menjadi seorang guru di mana kita harus berkutat pada permasalahan selain mengajar berikan penilaian dan melakukan perbaikan terhadap karakter dan nilai dari peserta didik,”sebutnya.

Perlu lanjut Rizal difahami, bahwa ketika jam mengajar dilakukan secara full time, namun kemudian tidak diberikan jatah libur bagi tenaga pendidik atau kependidikan, maka hal ini tentu sangat memaksa dan tidak memberikan ruang istirahat kepada guru atau tenaga pendidik.

“Dengan kata lain itu juga cukup menyiksa baik itu pikiran mental maupun hak-hak yang lain yang harusnya juga pemerintah perhatikan yaitu berikan kesempatan kepada guru juga untuk berlibur sebagaimana ibu yang diberikan kepada peserta didik,” ujarnya.

Dia menambahkan, seharusnya memang, guru tidak diberikan cuti disebabkan karena Tupoksinya.
Tetapi hal itu harusnya mengikuti kalender pendidikan. Artinya kapan saat siswa libur harusnya guru juga ikut libur karena jatah cuti itu kemudian sudah tidak ada dan tidak berlaku bagi ASN tenaga guru.

” Mereka liburnya seuai kalender seperti siswa. Jadi tak pakai cuti tahunan lagi.Karena kalau pakai cuti tahunan kasian anak anak tidak yang ajari,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed