Warek Bidang Akademik Untad Palu Lukman Nadjamuddin, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan Untad, Munari dan Panitia SMMPTN Untad, Yutdam Mudin dalam keterangan pers terkait SMMPTN, Jumat 4 Juni 2022 di Lantai I Rektorat Untad. Foto: Istimewa
PALU EKSPRES, PALU – Universitas Tadulako (Untad) Palu resmi membuka Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN). Pendaftarannya dimulai 7 sampai 26 Juni 2021.
Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Dr Lukman Nadjamuddin, SMMPTN ini merupakan pintu masuk terakhir ke Untad tahun 2021.
“Waktu pendaftarannya cukup panjang,”kata Lukman dalam keterangan persnya, Jumat (4/6/2021) di lantai 1 Rektorat Untad.
Menurutnya, pendaftaran jalur SMMPTN dibuka secara online melalui portal https: smmptn.untad.ac.id.
Lukman mengatakan SMMPTN membuka semua program studi (Prodi) yang ada di Untad.
Tes ditetapkan dengan sistem ujian tulis berbasis kertas yang pelaksanaannya dijadwalkan pada 12 dan 13 Juli 2021.
Ujian terdiri atas tiga kelompok yaitu kelompok sosial dan humaniora (soshum) terdiri dari tes kemampuan akademik dengan soal matematika, sejarah, geografi, sosiologi, dan ekonomi.
Kelompok sains dan teknologi (saintek) yang juga terdiri dari tes kemampuan akademik dengan soal matematika, fisika, kimia dan biologi. Kelompok ujian yang terakhir yaitu campuran soshum dan saintek dengan soal matematika, sejarah, geografi, sosiologi, dan ekonomi, fisika, kimia dan biologi.
“Ketiga kelompok ini mengikuti tes potensi skolasitik untuk mengukur penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman umum, serta pengetahuan kuantitatif. Untuk pengumuman kelulusan jalur SMMPTN tanggal 27 Juli,” jelasnya.
Sementara, Yutdam menambahkan, untuk kuota SMMPTN Untad disiapkan minimal 2.614 kursi untuk program sarjana. Kuota tersebut belum termasuk untuk prodi diploma III dan non reguler yang ada di Untad.
“Untuk kuota diploma III dan non reguler belum ditetapkan. Yang sarjana tidak kurang dari 2.614 dan biasanya lebih,” ucap Yutdam.
Yutdam menambahkan pihaknya juga akan mengantisipasi terulangnya kasus perjokian oleh peserta tes saat mengikuti ujian. Salah satu yang akan dilakukan dengan pemeriksaan ketat ke semua peserta menggunakan metal detector. (***/palu ekspres)






