Jumat, 15 Mei 2026
Opini  

Manajer Perubahan

Tasrief Siara

Oleh: Tasrief Siara

DEMOKRASI itu adalah ruang untuk menciptakan manajer perubahan. Tapi terkadang kita teperdaya, karena ruang demokrasi itu bukannya menciptakan manajer perubahan tapi justru melahirkan kebisingan.

Bukannya progress yang kita dapatkan, tapi justru regress yang kita rasakan. Baca kemunduran.

Terkadang para kaum pandai suka mendiskusikan soal demokrasi yang substantif dan demokrasi prosedural. Namun dalam praktek, keduanya setipis kertas. Apa yang disebut demokrasi yang substansial dan demokrasi prosedural hasilnya belum bisa dipastikan bisa melahirkan manajer perubahan yang baik.

Tak ada jaminan jika kita melaksanakan demokrasi secara benar, untuk kemudian kita sebut itu adalah demokrasi yang substansial, akan menghasilkan pemimpin yang berkualifikasi manajer perubahan yang baik dan benar, karena proses menuju ke arah itu dipenuhi aneka siasat.

Negara sekelas Amerika saja, yang konon ditasbihkan sebagai kampium demokrasi, jutru hanya melahirkan seorang Donald Trump yang banyak mendapat kecaman dan penolakan  di negaranya sendiri dan negara lainnya.

Kaum cerdik pandai jugalah yang sering mempertanyakan, apakah demokrasi yang kita gunakan selama ini telah melahirkan orang-orang baik, yang kita percaya akan bekerja  menjadi manajer perubahan yang baik, yang akan mewakafkan waktu dan energinya untuk kemaslahan orang yang memilihnya maupun yang tak memilihnya.

Kata teori, demokrasi yang substansial itu ada dua. Pertama adalah , pemimpin yang lahir dari proses demokrasi substansial itu ketika  terpilih akan bekerja dan tak lagi mendikotomikan pelayananannya kepada orang  yang memilihnya atau yang tak memilihnya.
Mereka yang lahir dari proses yang demikian ini bisa dipercaya menjadi manajer perubahan yang baik.

Hal kedua soal konstituan pemilih, juga demikian. Ketika proses demokrasi itu telah berjalan tanpa ada yang mencederainya, seumpama praktek kecurangan, maka komunitas pemilih yang pilihannya tak menang harus melebur dan memberi legitimasi, minimal pengakuan kepada pemimpin kepada pemimpin yang mendapat mandat suara mayoritas.

Namun terkadang, antara pemimpin yang terpilih maupun para konstituen pemilih, usai proses pemilihan itu terkadang menjadi orang-orang yang berseberangan jalan. Kalau si pemenang akan mengatakan,

“buat apa saya peduli dengan mereka, dulu mereka tak memilih saya”. Sebaiknya dari sudut konstituen pemilih kalah, juga akan mengakatan demikian, “buat apa saya patuh pada keputusannya, dia bukan pilihan saya”.

Soal yang sedang diurai ini bukan saja ditujukan kepada proses pemilihan sekelas pilres atau pilkada, tapi dalam jenjang apa saja. Apakah dalam organisasi sosial kemasyarakatan, atau partai politik, juga termasuk dalam lingkup proses  pemilihan dekan dan rektor di kampus dan lainnya. Dalam sistem demokrasi itu, apakah telah berjalan secara substansial atau masih terkategori prosedural, terkadang kita gampang saja terjebak dalam lingkaran dilema yang tak berkesudahan.

Kata sejumlah orang, suara mayoritas itu belum tentu mewakili suara kebenaran.  Kata pihak yang lainnya, hasil dari suara mayoritas itu belum tentu melahirkan orang yang baik dan benar.

Jika begitu alur pikirnya, maunya apa?
Itulah barangkali pertanyaan yang perlu dititipkan kepada para pakar kita yang ada di kampus-kampus, yang biasa sering di panggil Pak Doktor atau Ibu Doktor, berilah publik pencerahan agar kita bisa memilih pemimpin yang berkualifikasi manajer perubahan, bukan memilih pemimpin yang nantinya hanya akan melayani kolega-koleganya yang suka memberi pujian palsu, sembari memetakan pihak-pihak yang perlu dikerdilkan perannya.

Penilis adalah Praktisi Komunikasi Massa

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan