Jumat, 15 Mei 2026
Opini  

Digitalisasi Bahan Ajar

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Oleh  Muhd Nur SANGADJI

UNTUK kepentingan Program Merdeka Belajar  Kampus Merdeka, prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako menyelenggarakan seminar nasional bersambung. Pertama, tentang OBE (outcome base education) dan Metoda Pembelajaran. Kedua, tentang Mutu dan Akreditasi Internasional. Dilanjut dengan  Digitalisasi Bahan Ajar.

Saya merespon seminar berseri ini dengan dua buah tulisan artikel. Pertama, Merdeka Mengajar. Dan kedua, Digitalisasi Bahan Ajar. Tulisan pertama ini mendapat respon compilasi dari banyak kalangan. Salah satu yang sangat menarik, datang dari seorang karib yunior. Dia  dokter ahli mulut. Responnya yang  menarik  itu, saya salin kembali sebagai berikut.

***

Luar biasa membuka wawasan berfikir kakanda. Terima kasih. Namun,  bagi kami di situasi saat ini, yang memang telah menerapkan “student learning centre” dalam mendidik. Khusus aspek “learning to know and learning to do”, dalam aspek motorik terkadang digantikan oleh peran “maniken/phantom” atau model.

Itu, terjadi di pendidikan kedokteran. Anak saya  yang semester lima, seharusnya belajar psikomotor langsung ke pasien atau sesama mereka untuk merasakan sensasi memasukkan jarum infus,   sebagai bagian dari “clinical skill lab” (CSL). Sekarang,   harus digantikan perannya oleh boneka plastik yang tidak dapat menjerit sakit pun, meskipun didesain dapat mengeluarkan darah.

Bagiamana capaian pembelajaran dapat terpenuhi dengan kondisi seperti ini secara maksimal ?  Itu mungkin dilema pendidikan yang berkaitan dengan individu, khususnya di bidang kedokteran.

***

Dengan sangat senang, saya berikan uraian balik berdasarkan perspektif individu.  Hemat saya, pendidikan itu  sama dengan filosofi kedokteran berdasarkan pikirannya Bapak Kedokteran Modern, Ibnu Sina (Avisenna). Apa yang beliau bilang “psokosomatik” (pikiran atau jiwa dan tubuh atau raga). Persis sama juga dengan pesan agung di lagu kebangsaan kita. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.

Ilmu, metode dan bahan ajar atau alat peraga dihadirkan secara kondisional (ini tulisan saya berikut, judulnya ; digitalisasi bahan ajar). Dan, inilah tulisan itu. Saya berpandangan,  sepanjang prinsip dasar dan filosofi terinternalisasi serta kreativitas tidak terpasung. Metoda mengajar dan bahan ajar akan membentuk generasi yang kaya alternatif menghadapi tantangan masalah. Orang tua-tua kita dahulu menyebutnya dengan istilah “banyak akal”.  Terkadang mereka gunakan diksi  “pande”. Semuanya dialamatkan pada anak didik jenis ini.

Mereka menghadapi tantangan hidupnya penuh inisiatif. Mereka tidak ragu atau takut mengambil keputusan. Para ahli memilahnya pada tiga tipe kualitas manusia mengikuti pandangan berikut.  Pertama, “what is forbidden, that is not allowed”. Kedua, “what is allowed, that Is not forbidden”. Ketiga, “what is not forbidden, that is allowed”. Pilihan pada salah satunya, menentukan kualitas individu yang bersangkutan, berkaitan dengan inisiatif dan kreativitas dalam mengambil keputusan.

Bila kita nonton film MacGyver, kita akan terkagum melihat bagaimana si aktor memanfaatkan semua benda di sekelilingnya untuk keluar dari masalah yang melilitnya. Itu contoh scientifik intertein yang sangat menghibur.

***

Boneka pengganti manusia dalam praktek kedokteran, mungkin masih lebih visual dibandingkan batang pisang dalam praktek masa silam untuk pelajaran memandikan mayat. Keduanya ada di level simulasi yang terus didorong mendekati fakta. Dan yang jelas,  jasad manusia yang hidup atau mati, pasti lebih nyata dalam praktek real untuk kedua kasus ini.

Maka, guru itu mengajarkan fakta. Meskipun, misalnya gambar apel didesign seindah dan semenarik mungkin dalam “digitalisasi bahan ajar di bidang ilmu pertanian. Visual apel yang menarik itu, tetap adalah gambar. Dia tentu, bermanfaat memudahkan dan membantu dalam proses pembelajaran. Namun apel indah yang ada di gambar itu, tidak bisa dimakan. Begitu juga guru. Mereka, tidak bisa diganti oleh poster digital. Sebagus apa pun. Sebab, mereka bukan sekedar mengajar dan atau bahkan mendidik semata. 

Tugas kaum guru itu, tidak cuma mentransfer Ilmu. Karena kalau itu, Google dan mesin pencari lainnya lebih hebat. Lebih cepat dan lebih canggih.  Akan tapi, guru itu memberikan diri dan jiwanya. Diukir agung dalam satu kata, “teladan”. Yaa, teladan sebagai manusia beradab dan bermartabat. Sesuatu yang tak akan pernah bisa dilakukan atau digantikan oleh mesin. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan