Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Digitalisasi Bahan Ajar

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Oleh  Muhd Nur SANGADJI

UNTUK kepentingan Program Merdeka Belajar  Kampus Merdeka, prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako menyelenggarakan seminar nasional bersambung. Pertama, tentang OBE (outcome base education) dan Metoda Pembelajaran. Kedua, tentang Mutu dan Akreditasi Internasional. Dilanjut dengan  Digitalisasi Bahan Ajar.

Saya merespon seminar berseri ini dengan dua buah tulisan artikel. Pertama, Merdeka Mengajar. Dan kedua, Digitalisasi Bahan Ajar. Tulisan pertama ini mendapat respon compilasi dari banyak kalangan. Salah satu yang sangat menarik, datang dari seorang karib yunior. Dia  dokter ahli mulut. Responnya yang  menarik  itu, saya salin kembali sebagai berikut.

***

Luar biasa membuka wawasan berfikir kakanda. Terima kasih. Namun,  bagi kami di situasi saat ini, yang memang telah menerapkan “student learning centre” dalam mendidik. Khusus aspek “learning to know and learning to do”, dalam aspek motorik terkadang digantikan oleh peran “maniken/phantom” atau model.

Itu, terjadi di pendidikan kedokteran. Anak saya  yang semester lima, seharusnya belajar psikomotor langsung ke pasien atau sesama mereka untuk merasakan sensasi memasukkan jarum infus,   sebagai bagian dari “clinical skill lab” (CSL). Sekarang,   harus digantikan perannya oleh boneka plastik yang tidak dapat menjerit sakit pun, meskipun didesain dapat mengeluarkan darah.

Bagiamana capaian pembelajaran dapat terpenuhi dengan kondisi seperti ini secara maksimal ?  Itu mungkin dilema pendidikan yang berkaitan dengan individu, khususnya di bidang kedokteran.

***

Dengan sangat senang, saya berikan uraian balik berdasarkan perspektif individu.  Hemat saya, pendidikan itu  sama dengan filosofi kedokteran berdasarkan pikirannya Bapak Kedokteran Modern, Ibnu Sina (Avisenna). Apa yang beliau bilang “psokosomatik” (pikiran atau jiwa dan tubuh atau raga). Persis sama juga dengan pesan agung di lagu kebangsaan kita. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.

Ilmu, metode dan bahan ajar atau alat peraga dihadirkan secara kondisional (ini tulisan saya berikut, judulnya ; digitalisasi bahan ajar). Dan, inilah tulisan itu. Saya berpandangan,  sepanjang prinsip dasar dan filosofi terinternalisasi serta kreativitas tidak terpasung. Metoda mengajar dan bahan ajar akan membentuk generasi yang kaya alternatif menghadapi tantangan masalah. Orang tua-tua kita dahulu menyebutnya dengan istilah “banyak akal”.  Terkadang mereka gunakan diksi  “pande”. Semuanya dialamatkan pada anak didik jenis ini.

Mereka menghadapi tantangan hidupnya penuh inisiatif. Mereka tidak ragu atau takut mengambil keputusan. Para ahli memilahnya pada tiga tipe kualitas manusia mengikuti pandangan berikut.  Pertama, “what is forbidden, that is not allowed”. Kedua, “what is allowed, that Is not forbidden”. Ketiga, “what is not forbidden, that is allowed”. Pilihan pada salah satunya, menentukan kualitas individu yang bersangkutan, berkaitan dengan inisiatif dan kreativitas dalam mengambil keputusan.

Bila kita nonton film MacGyver, kita akan terkagum melihat bagaimana si aktor memanfaatkan semua benda di sekelilingnya untuk keluar dari masalah yang melilitnya. Itu contoh scientifik intertein yang sangat menghibur.

***

Boneka pengganti manusia dalam praktek kedokteran, mungkin masih lebih visual dibandingkan batang pisang dalam praktek masa silam untuk pelajaran memandikan mayat. Keduanya ada di level simulasi yang terus didorong mendekati fakta. Dan yang jelas,  jasad manusia yang hidup atau mati, pasti lebih nyata dalam praktek real untuk kedua kasus ini.

Maka, guru itu mengajarkan fakta. Meskipun, misalnya gambar apel didesign seindah dan semenarik mungkin dalam “digitalisasi bahan ajar di bidang ilmu pertanian. Visual apel yang menarik itu, tetap adalah gambar. Dia tentu, bermanfaat memudahkan dan membantu dalam proses pembelajaran. Namun apel indah yang ada di gambar itu, tidak bisa dimakan. Begitu juga guru. Mereka, tidak bisa diganti oleh poster digital. Sebagus apa pun. Sebab, mereka bukan sekedar mengajar dan atau bahkan mendidik semata. 

Tugas kaum guru itu, tidak cuma mentransfer Ilmu. Karena kalau itu, Google dan mesin pencari lainnya lebih hebat. Lebih cepat dan lebih canggih.  Akan tapi, guru itu memberikan diri dan jiwanya. Diukir agung dalam satu kata, “teladan”. Yaa, teladan sebagai manusia beradab dan bermartabat. Sesuatu yang tak akan pernah bisa dilakukan atau digantikan oleh mesin. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam