Senin, 6 April 2026

Satgas COVID-19 Parimo Rekomendasikan PTM Terbatas

PALUEKSPRES, PARIMO – Satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menerbitkan rekomendasi terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahun ajaran baru.
Rekomendasi diterbitkan menyusul Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo mengajukan petunjuk teknis (Juknis) pembelajaran disatuan pendidikan di wilayah tersebut.
Wakil Sekretaris Satgas COVID-19, Idran sekaligus Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Parimo mengatakan, pihaknya mendukung dilakukannya PTM terbatas, sehingga akan dikeluarkan rekomendasi berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan.
“Dari juknis itu akan ada penambahan poin, yakni Standar Operasional Prosedur (SOP). Sebab, juknis ini nantinya akan diterapkan pada satuan pendidikan,” kata Idran ditemui usai rapat bersama Disdikbud membahas soal PTM bertempat di Kantor BPBD, Jumat (3/9/2021). 
Idran menjelaskan, dalam rekomendasi ini memuat beberapa poin salah satunya adalah, melakukan uji coba dengan memberikan batasan dalam proses PTM terbatas.
Menurutnya, hal ini mendapat persetujuan Bupati, agar Satgas COVID-19 dapat menyesuaikan dengan tingkat penyebaran yang berada di masing-masing kecamatan. Sehingga, nantinya tidak menjadi klaster baru pada PTM terbatas.
Ia menjelaskan, ada enam Kecamatan yang masuk dalam zona merah diwilayah Kabupaten Parigi Moutong diantaranya, Kecamatan Balinggi, Torue, Toribulu, Kasimbar, Sidoan dan Kecamatan Parigi.” Wilayah itu tetap dilakukan PTM, namun akan ada SOP ketat.” jelasnya.
Kemudian, mengenai waktu yang diberikan pada kegiatan PTM, dirinya belum memastikan apakah itu satu minggu atau satu bulan. Namun, tinggal melihat situasi, apabila mengalami penurunan, kegiatan PTM akan diperpanjang. 
“Tetapi kalau ada peningkatan kita akan batasi,” ujarnya.
Bagi wilayah zona merah tambahnya, pihaknya akan mengirimkan surat pemberitahuan penerapan protokol kesehatan (Prokes) serta batasan waktu pembelajaran.
“Meskipun ini uji coba tetap akan ada pembatasan. Bagi enam wilayah yang masuk dalam zona merah akan diperketat, makanya kami akan berkoordinasi dengan Bupati,” ujarnya.(asw/pe)