PALUEKSPRES,PALU – Sarana penyedia air bersih di Hunian Tetap (Huntap) Tondo 1 Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Palu mendapat sorotan Anggota DPRD Palu, M Syarif.
Syarif yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rehab-Rekon pascabencana DPRD Palu menyebut, fasilitas atau sarana prasarana air bersih yang dibangun Balai Pemukiman dan Prasarana Wilayah (BPPPW) Sulteng tersebut tidak pernah berfungsi optimal memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Menurutnya, kondisi itu kerap kali membuat warga Huntap mengalami kesulitan air bersih akibat sarana air yang tidak berjalan optimal. Terlebih saat ini musim hujan yang memicu terjadinya banjir membuat aliran air ke bak penampungan menjadi terganggu.
“Situasi seperti itu harusnya sudah diantisipasi jauh-jauh hari,”katanya.
Syarif menyebut, pihak BPPPW Sulteng sebenarnya juga telah membangun sekitar 40 unit hydrant atau alat yang menyediakan suplai air untuk kepentingan pemadam kebakaran.
Seharusnya, hydran itu jelas Syarif bisa difungsikan sebagai penyuplai air bagi warga jika terjadi gangguan pada bak penampungan air di Huntap.
“Jangankan untuk memenuhi dua keperluan itu, hydrant itu saat ini sama sekali tidak berfungsi. Ini namanya buang-buang anggaran. Dibangun tapi tidak bisa digunakan,”sebutnya.
Selain itu Syarif juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palu sebaiknya mengalihkan anggaran pembangunan lapangan sepak bola yang telah dianggarkan miliaran rupiah dalam APBD perubahan tahun 2021 untuk menambah sistem penyediaan air bersih di Huntap Tondo tersebut.
Dimana kata dia Pemkot berencana membangun sebanyak 9 lapangan tersebar di Kota Palu.
Menurutnya, dari 9 lapangan itu, terdapat tiga atau empat yang belum bisa dilaksanakan karena terkendala persoalan lahan.
“Kalau tidak salah anggaran dari e lapangan sebesar Rp1,2 Miliar. Ini sebaiknya dialihkan untuk memperbaiki atau menambah sistem penyediaan air bagi warga Huntap,”sarannya.
Apalagi, pengalihan dana pembangunan lapangan itu juga sudah menjadi salahsatu rekomendasi Badan Anggaran DPRD Palu.
“Kan anggaran dari tiga lapangan itu tidak bisa digunakan lagi, maka sebaiknya dialihkan saja,”pungkasnya. (mdi)






