Jumat, 18 September 2026
Palu  

Perekrutan PPPK Belum Akomodir Tenaga Kependidikan

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah (Tengah) didampingi Anggota DPRD Sulteng Fraksi PKS, Wiwiek Jumatul Rofi'ah (dua dari kanan) dalam keterangan pers, Minggu 10 Oktober 2021 di salah satu warkop di Palu. Foto: Hamdi/PE

PALUEKSPRES, PALU – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menyatakan pihaknya tengah mendorong pemerintah untuk memasukkan tenaga kependidikan dalam nomenklatur perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dimana tahun ini diketahui pemerintah sedang membuka penerimaan PPPK sebanyak 1 juta tenaga guru. Namun belum mengakomodir tenaga kependidikan.

“Soal P3K ini, PKS sudah sejak awal mengingatkan bahwa hal ini potensial. Kita termasuk yang mengusulkan agar yang inklusi, guru bahasa daerah, guru agama, kesenian. Kemudian bahasa asing dan guru olahraga,” ungkap Ledia Hanifa Amaliah, Minggu 10 Oktober 2021 di Palu.

Untuk itu kedepan pihaknya juga akan mendorong sekaligus mengusulkan agar nomenklatur perekrutan guru dimasukkan untuk tenaga kependidikan.

“Yang belum berhasil dimasukkan adalah tenaga kependidikan di sekolah. Seperti operator, tata usaha dan administrasi. Ini ngga bisa masuk karena nomenklaturnya masih guru. Kalau dia jadi tenaga kependidikan, InsyaAllah bisa masuk. Ini menjadi bagian dari pekerjaan rumah kedepan,”katanya.

Langkah yang telah dilakukan bersama saat ini ujarnya adalah mengusulkan penerima guru tersebut juga untuk tenaga kependidikan.

“Udah minta ke PAN RB dan Kemendikbud. Karena sejak awal nomenklaturnya cuma menyebut guru. Jadi sejuta guru itu masih sekedar guru. Belum sampai ke tenaga kependidikan,”ucapnya.

Pada bagian lain Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini menyatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan siap memenuhi kebutuhan satu juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari tenaga guru.

Meski demikian, mereka yang dinyatakan lulus untuk seleksi tahap pertama tersebut hanya sebanyak 170 lebih atau tidak memenuhi kuota sebagaimana yang disediakan pemerintah.

“Jadi dari satu juta kuota, yang daftar hanya hampir 600 ribuan. Kemudian yang lolos juga cuma 170 ribu lebih, berarti kan sisanya masih banyak,”tambahnya.

Meski kata dia secara keuangan cukup, tapi problem lainnya adalah banyak daerah yang tidak berani mengusulkan PPPK ke pusat.

“Selalu dikatakan, daerahnya tidak mengusul. Kenapa daerah tidak mengusulkan, karena ada Perpres yang menyebutkan, kalau ada P3K yang diangkat, gajinya dari pemerintah pusat, tapi tunjangan ditanggung pemerintah daerah dan nominalnya sama. Nggak akan kuat pemerintah daerah,”paparnya.

Akibatnya, banyak bupati yang protes ke komisi X. Yang tadinya mereka mau mengangkat 2000 P3K. Namun karena Perpres, maka yang diusulkan hanya berkisar 200.

Masih menurut Ledia, yang membuat banyak daerah tidak mengusulkan karena keterbatasan anggaran. Ternyata, sebagian besar pemerintah daerah kita yang katanya anggaran pendidikannya sudah 20 persen sesuai undang-undang.

“Jadi tidak semua dialokasikan dari keuangan daerah. Untuk memenuhi 20 persen itu menunggu transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Persoalan lain yang menyebabkan tidak terpenuhinya kuota tersebut adalah ada beberapa tenaga guru yang tidak masuk dalam PPPK. Seperti guru agama, guru olahraga, guru bahasa daerah, guru kesenian, guru sekolah inklusi dan guru bahasa asing.

Karena itu komisi X sebutnya membentuk panitia kerja (Panja) dan berdiskusi lebih dalam meminta agar tenaga-tenaga guru tersebut dimasukkan.

“Problem besar lain adalah yang diujikan adalah pengetahuan, sementara pengetahuankan selalu berkembang. Selama ini ketika ada pelatihan-pelatihan dari Kemendikbud, guru honorer banyak yang gak masuk,”tambahnya lagi.

Selanjutnya sertifikasi guru juga tidak dimasukkan sebagai bonus tambahan, sehingga banyak dari mereka yang masih muda yang lolos.

“Karena kalau negara kan pikirannya kalau yang lebih muda dianggap masih panjang pengabdiannya. Kalau yang sudah tua, nanti sebentar lagi ada pergantian, repot lagi. Itu mungkin cara berpikirnya,” jelasnya.

Ia mengakui banyak yang kecewa dengan hal itu, khususnya mereka yang sudah pengalaman.

“Memang banyak yang sedih karena banyak yang lulus tapi belum punya pengalaman, gak punya sertifikasi tapi masuk. Bahkan honorer di sekolah negeri itu juga tidak masuk,” pungkasnya. (mdi/paluekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam