Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Akhirnya, Polisi Buka Penyelidikan Baru Kasus Pencabulan 3 Kakak Beradik di Luwu Timur

Divis Penum Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. Foto: Pojoksatu

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan

PALUEKSPRES, JAKARTA – Polisi akhirnya memutuskan membuka penyelidikan baru kasus dugaan pencabulan 3 kakak beradik di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Itu setelah Tim Asistensi Polri terjun langsung ke Luwu Timur. Hasilnya, Polri membuat laporan polisi (LP) tipe A pada 12 Oktober 2021.
Itu diungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (14/10/2021), dikutip dari pojoksatu.com.
“(Laporan tipe A) Itu ditulis pelaku dalam proses lidik,” ungkap Ramadhan.
Penyelidikan baru itu nantinya akan difokuskan pada rentang waktu 25-31 Oktober 2019.
Alasannya, pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap 3 anaknya yang diduga dicabuli ayahnya sendiri dan ditemukan kelainan.
Sementara, hasil visum kepolisian yang dilakukan pada 9 Oktober dan 24 Oktober 2019, tidak ditemukan kelainan.
Ramadhan menyatakan, yang akan didalami penyidik nanti adalah hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu tanggal 25 Oktober 2019 sampai diperiksanya ketiga korban pada 31 Oktober 2019.
“Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9, dokter menyatakan tidak ada kelainan,” jelasnya.
Kendati demikian, Ramadhan menyatakan pihaknya tidak bisa membeberkan hasil visum yang dilakukan orangtua korban.
“Kami tidak sampaikan vulgar karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar,” tekan dia.
Saat ini, sambungnya, polisi sudah mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM.
Dokter IM adalah dokter yang melakukan pemeriksaan medis terhadap korban di tanggal 31 Oktober 2019.
Saat itu, korban menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Vale Sorowako.
Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019.
“Orangtua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir di tanggal 10 Desember 2019,” ujarnya.
“Ini yang kelima ya, telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira,” tandasnya. (pojoksatu/pe)