PALUEKSPRES,JAKARTA— Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Untuk itu, industri produk halal nasional terus diperkuat melalui program dan rencana aksi untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk halal Indonesia.
“Pertama, peningkatan kapasitas produksi produk halal, termasuk melalui pembentukan kawasan industri halal (KIH), pembentukan zona-zona halal, dan percepatan proses sertifikasi halal,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada Penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2021, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat sore (17/12/2021).
Kedua, sambung Wapres, diupayakan dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) industri halal. Langkah ini digerakkan dengan memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kemampuan daya saing, memperluas akses pasar, memberikan kemudahan akses permodalan, dan lain-lain.
“Ketiga, peningkatan kualitas SDM [sumber daya manusia] berbasis ekonomi dan keuangan syariah serta peningkatan literasi masyarakat terhadap produk halal,” tutur Wapres.
Langkah ini diambil pemerintah karena Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat industri halal dunia. Menurut laporan Bank Indonesia, ekspor netto 2020 tercatat tumbuh sekitar 38% dibandingkan 2019, dengan total nilai ekspor bahan makanan halal mencapai sekira 500 triliun rupiah.
Karena itu, Wapres mengapresiasi terselenggaranya acara yang mengangkat tema Pusat Industri Halal Dunia, Indonesia Sehat dan Ekonomi Kuat tersebut, sebagai pemacu semangat para pelaku dan pemangku kepentingan industri halal nasional.
IHYA diharapkan akan menghidupkan industri halal Indonesia dan ekosistemnya agar terus tumbuh dan menang bersaing di pasar halal global.
Harapan senada diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyebutkan bahwa penamaan kegiatan “IHYA” terinspirasi dari salah satu kitab fenomenal karya Imam Al-Ghazali berjudul Ihya Ulumuddin. Ihya’ secara bahasa berarti menghidupkan.
“Ada harapan bahwa ajang penghargaan ini dapat berkontribusi terhadap upaya menghidupkan dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara umum dan industri halal secara khusus,” ujar Agus Gumiwang.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Agama sebagai upaya penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri di lingkungan pesantren (santripreneur). (aaa/pe)






