Program dan kebijakan yang telah diseksekusi lainnya dalam APBD perubahan 2021 ujarnya adalah menaikkan pembayaran honor ketua-ketua RW dan RT dan tunjangan perbaikan penghasilan bagi pegawai.
“Begitu juga program terkait smart city yang sudah terealisasi seperti elektronik parkir bandara, lapor walikotapalu,”ujarnya.
Dia menambahkan, program 53 tersebut ada yang direncanakan terealisasi dalam waktu jangka pendek, menengah dan panjang dalam satu periode kepemimpinan.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dalam rapat bersama seluruh OPD sekaligus penyerahan dokumen RPJMD, Renstra dan Renja, Senin 3 Januari 2022 di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota menekankan sejumlah hal untuk menjadi catatan kerja kepada seluruh pimpinan OPD.
Kedepan kata wali kota, seluruh OPD harus lebih meningkatkan koordinasi baik OPD kepada pimpinan maupun sesama OPD.
“Selama ini koordinasi OPD ke pimpinan dan sesama OPD masih sangat lemah. Ini harus diubah,”tekannya.
Ia meminta OPD harus pandai-pandai melihat peluang untuk mendap sumber-sumber pendapatan daerah. Maksimalkan setiap perjalanan dinas agar bisa berkontribusi bagi penguatan APBD.
“Jangan pergi tapi hasil tidak ada. Meski refreshing tapi harus ada nilai. Ambil kesempatan dalam setiap perjalanan untuk melihat dalam perubahan APBN apa yang bisa dikejar,”harapnya.
Penguatan APBD menurutnya bukan hanya diranah ataupun Bappeda, hal itu juga mesti menjadi beban pikiran para camat dan lurah.
“Kalau ada yang berkinerja baik, maka tunjukkan. Ingat negara membiayai kita dan potensi itu harus kita keluarkan. Mari kita upayakan mencari jalan untuk menggenjot penerimaaan dari potensi dalam daerah dan dari luar daerah. Tahun 2022 ini kita harus berubah,”pesannya.(mdi/pe)






