Adapun kata dia peningkatan harga minyak goreng sepanjang semester II tahun 2021 merupakan dampak dari peningkatan harga CPO yang terjadi secara global.
Di sisi lain, kenaikan harga cabai rawit didorong penurunan pasokan di pasar lokal karena penurunan produksi akibat tingginya curah hujan serta adanya pengiriman keluar daerah Sulteng.
“Pengiriman keluar daerah dipicu tingginya disparitas harga di daerah lain seperti Manado, Gorontalo dan Samarinda,”jelasnya lagi.
Maka, penting untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat untuk membudidayakan hortikultura yang memiliki volatilitas dan andil yang tinggi pada inflasi di Sulteng.
Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, maka pasokan hortikultura dapat bertambah di masyarakat sehingga permintaan di pasar dapat terkendali.
“Diperlukan pula upaya dalam mengurangi ketergantungan ketersediaan ikan laut terhadap kondisi cuaca yang dapat dilakukan melalui pembangunan cold storage,” demikian Abdul Majid Ikram. (mdi/pe)






