Minggu, 5 April 2026

Lahan Pertanian Terdampak Banjir, Petani di Balinggi Parimo Minta Normalisasi Sungai

Petani di Balingi saat mengambil buah padi yang terendam lumpur/ Foto: Aswadin/PaluEkspres

“Karena padinya ada sebagian tertimbun lumpur, jadi tidak bisa diambil buahnya.” Sebut I Wayan.

Menurutnya, pascabanjir melanda desa Balinggi belum ada tindaklanjut dari pemerintah daerah setempat.”Untuk sementara sudah ditinjau oleh kepada desa setempat. Tetapi kalau untuk penanggulangan belum ada,” terangnya.

Lanjut dia mengatakan, dengan peristiwa banjir ini, banyak petani yang merugi akibat lahan sawah mereka yang siap panen, tertimbun lumpur dan terbawa hanyut oleh banjir.

“Kalau panen biasanya kami dapat hingga 100 persen, tapi lantaran ada sebagian yang tertimbun lumpur dan hanyut, maka diperkirakan  hasilnya menurun hingga 50 persen.” ungkapnya.

Menurut dia, tahun sebelumya desa Balinggi juga pernah diterjang banjir, hingga menerjang lahan sawah mereka, akibatnya sebagian lahan sawah milik petani mengalami gagal panen.” Kalau menurut perhitungan kami hasil panen dalam satu hektare itu mencapai 120 karung gabah.” ujarnya.

Namun, karena diterjang banjir beberapa waktu lalu, sehingga hasil panen petani di desa Balinggi saat ini menurun hingga 60 karung gabah dalam satu hektarnya.

Ia menambahkan, untuk normalisasi sungai sebelumnya juga telah dilakukan oleh dinas terkait.”Sudah pernah normalisasi sungai di sini, tapi sudah lama. Sehingga, sungainya mulai dangkal dan banyak endapan lumpur,”ujarnya.(asw/PaluEkspres)