“Mau dihabiskan ngga laku. Karena masyarakat sudah tau harga Rp 14.000 per liter. Untuk para pedagang, kalau dikembalikan ke suplaiernya terus ke lebih tinggi, tapi gak berjalan baik. Mereka lebih banyak diskusikan kembalikan ini,” ucapnya.
Oke Nurwan menambahkan, untuk skema pengembalian stok minyak goreng sudah diinstruksikan sebelumnya namun tidak segera dilakukan.
“Prosesnya penyelesaiannya apakah habis dibeli masyarakat karena langka, atau selesai nanti dengan mengembalikan ke rantai distribusi sampai stok habis. Skemanya ada yang sudah kami tentukan tapi ngga direspon cepat,” pungkasnya. (jp/pe)






