“Umat Islam harus mengambil peran di dalam pengembangan ekonomi nasional. Ekonomi itu adalah kunci kemakmuran dan sumber daya alamnya yang harus dibangun. Ini barangkali yang harus kita siapkan betul,” ujar Wapres.
“Ekonomi syariah itu sebagai bagian dari muamalah. Syariah itu ada akidahnya, ibadahnya, muamalah -nya, semua harus dalam satu kerangka. Empowering umat ini penting supaya kita menjadi kuat,” imbuhnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Wapres memberikan apresiasi kepada Rabithah Alawiyah yang memiliki fokus pada bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan. Wapres meminta agar program pemberdayaan perempuan dapat terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya di berbagai daerah.
“Pemberdayaan perempuan ini bisa diteruskan untuk dibuatkan proyek-proyek [pemberdayaan] di berbagai daerah yang terus diperbanyak,” terang Wapres.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Rabithah Alawiyah Nabil Fuad Almusawa menyebutkan Rabithah Alawiyah sebagai organisasi kemasyarakatan di bidang keagamaan berharap mampu berkontribusi dalam membangun negeri dengan mendukung program pemerintah.
“Kami 100% mendukung dakwah wasathiyah dan mendukung program pemerintah, semoga Rabithah Alawiyah dan pemerintah bisa bekerja sama dalam membangun negeri ini,” ucap Nabil.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum Pengurus Rabithah Alawiyah Muhammad Idrus Alhamid, Wakil Sekretaris Umum Abdillah Alwi Alhaddad, dan Ketua Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan Syarifah Aisyah Assagaff.
Sementara Wapres didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Muhammad Imam Aziz. (Setwapres/PaluEkspres)






