“Ada pula aspek lain seperti tata kelola dan iklim usaha yang sangat menentukan keberhasilan industri gula Indonesia,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Wapres menekankan kembali bahwa komitmen pemerintah dalam program revitalisasi industri gula tidak pernah surut.
“Kita ingin mandiri dalam pasokan gula, termasuk mendongkrak kesejahteraan petani tebu yang telah berperan di dalamnya,” tegasnya.
Wapres pun meminta pengurus APTRI terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya memajukan kembali industri gula.
“Kepada pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia agar terus bersinergi dengan pelaku usaha dan pemerintah, termasuk jajaran pengurus yang akan terpilih dalam Munas nanti,” pintanya.
Di akhir sambutannya, Wapres meresmikan Musyawarah Nasional V APTRI sekaligus memberikan semangat kepada para peserta yang hadir untuk mengembalikan kejayaan produktivitas gula.
Sebelumnya, Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen menyampaikan beberapa harapannya kepada pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Indonesia.
Di antaranya menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula petani, peran koperasi untuk menyalurkan kredit usaha rakyat untuk petani tebu, program dan fasilitas dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tebu, serta bagaimana meningkatkan kemitraan antara pabrik gula dengan petani tebu.
“Insya Allah seluruh permasalahan akan dapat kita selesaikan dengan arif dan bijaksana. Tetapi semata-mata demi kemitraan kita dengan seluruh jajaran pabrik gula dan terutama yang kami harapkan adalah bimbingan dari pemerintah dan Bapak Menteri yang hadir hari ini. Dengan demikian swasembada bukanlah hal yang mustahil,” terangnya.






