Teror Kekuatan Iblis dalam Kandungan

  • Whatsapp
poster film Iblis dalam Kandungan/ istimewa

Oleh Jeri Wongiyanto (Pengamat Film)

SUTRADARA Adhe Dharmastriya yang ngetop lewat film arahannya “Teluk Alaska” (2021), “Nikah Yuk” (2020), dan “Remember When” (2014), mencoba mendirect film bergenre horor, dengan judul yang cukup mengerikan “Iblis dalam Kandungan”.

Bacaan Lainnya

Bercerita tentang perempuan yang sedang hamil setelah lama menikah, tapi diganggu arwah di rumahnya.

Pasangan suami istri Amelia (Nafa Urbach) dan Verdi (Ali Syakieb) belum dikaruniai anak setelah menikah 15 tahun. Sebagai ‘pancingan’ agar bisa hamil, mereka mengadopsi dua anak dari panti asuhan, yaitu Alani (Denira Wiraguna dan Vito (M. Adhiyat).

Bukan main bahagia, impian yang ditunggu tunggu akhirnya terwujud, Amelia hamil anak pertamanya dengan Verdi. Namun, Amelia ternyata mengidap darah tinggi sehingga dokter menyarankannya untuk berhati-hati demi keselamatan kandungan dan dirinya sendiri.

Verdi lalu memutuskan untuk pindah kerja dari Jakarta ke desa di kaki Gunung Salak demi menjaga istrinya.

Namun masalah mulai muncul saat mereka mengalami kejadian aneh di rumah yang mereka tempati, seperti barang-barang dan ayunan yang bergerak sendiri.

Sikap dan tingkah Amelia juga mulai aneh, Ia pernah dipergoki sedang makan dengan berantakan di depan kulkas pada tengah malam. Namun, Alani yakin orang itu bukan Amelia, melainkan arwah yang masuk ke dalam tubuhnya.

Rumah mereka ternyata dihuni oleh arwah wanita yang kehilangan bayi dalam kandungannya karena peristiwa mistis. Kini, arwah itu mencoba merasuki tubuh Amelia untuk mengambil bayi dalam kandungannya.

Vito dan Alani berusaha melindungi Amelia, meskipun harus menghadapi teror yang mengancam nyawa mereka.

Namun arwah perempuan itu ternyata bukan bukan satu-satunya bahaya yang harus mereka hadapi. Ada kekuatan jahat lainnya yang juga mengancam keselamatan keluarga mereka.

Secara keseluruhan film ini cukup menjanjikan, sayangnya twist yang dihadirkan dengan harapan mengejutkan penonton justru terkesan dangkal, malah seperti dipaksakan. Padahal sinematografi nya sudah keren sejak awal hingga akhir.

Sejak adegan awal dimulai hingga pertengahan penonton bisa merasakan film mengalir deras dan bakal seru seperti horor lainnya hingga akhir, sayangnya di pertengahan jalan malah menjadi lamban. Untungnya adegan adegan yang ditampilkan bisa cukup bisa meneror penonton.

Pada penutup ada isyarat film ini bakal punya sekuel. Semoga jika sekuelnya bisa lebih baik lagi. ***

Pos terkait