Minggu, 5 April 2026
Opini  

Merampok Kampus Sendiri

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Sekonyong-konyong, Saya menjadi takut, karena ancaman yang menimpa saya di pengadilan akhirat kelak pastilah lebih berat. Inilah seruan agung dari langit ; “besarnya laknat Ilahi kepada mereka yang menganjurkan sesuatu, padahal dia sendiri melanggarnya”. “Atau dalam kalimat tanya ; mengapakah kamu menganjurkan sesuatu yang kamu sendiri tidak melakukannya ?”.

Khabarnya, dalam berbagai kasus pelanggaran hukum serupa di kampus saat ini, melibatkan lebih kurang 260 an dosen dan karyawan. Sedangkan angka kerugikan negaranya mencapai lebih kurang, seratusan miliar. Bandingkan dengan satu tandan anggur yang dicuri mahasiswa kita..?

Namun demikian, saya bersyukur, semuanya terungkap sekarang. Kalau tidak terbongkar, maka akan ada anggur dan benda apa lagi yang akan raib dari kampus ini. Walaupun hal begini sudah sering berulang. Penanganan tidak pernah tuntas. Sama halnya yang menimpa saya dan kolega pada hari-hari ini. Anggaplah menjadi “justice Collaborator”. Kalau tidak, dosa kepada negara (baca ; rakyat dan terutama orang tua mahasiswa), lantaran menggunakan uang mereka dengan cara yang tidak sah. Bila tidak diampuni, dosa itu akan dikuburkan bersama jasad di liang lahat. Menghadapi pengadilan yang tidak ada peluang untuk berkelit. Nauzubillahi min zalik. ***