Jumat, 18 September 2026
Opini  

Merampok Kampus Sendiri

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Begitulah diskusi para dosen ini menyikapi kejadian perampokan anggur dan ember di kampus Tadulako oleh mahasiswanya sendiri. Membaca reaksi para dosen tersebut. Jujur, saya merasa seperti membaca kasus nenek tua tempo hari. Beliau mengambil coklat di kebun sendiri dan terancam dihukum berat. Tentu tidak sama persis. Namun, sindiran tentang hukum yang selalu tajam ke bawah, seperti ada di sini.

Hal menarik, datang dari tawaran beberapa dosen. Sifatnya sangat edukatif.
Ini bentuk tawarannya ;
P4 mungkin perlu diajarkan kembali kepada mahasiswa, supaya mahasiswa tau nilai-nilai moral Pancasila. Hal senada diusulkan oleh dosen lain. Perlu ada tindakan dalam konteks mendidik. Jika dibiarkan tanpa tindakan, nanti dianggap permisiv terhadap pelanggaran etika. Bahkan, ada dosen yang menyentil dengan pertanyaan oratoris. “Kalau anggur dendanya 10 juta, terus koruptor bagaimana hukumannya..?

Dari semua silang pendapat dan gagasan menghadapi pencurian ini, ada pikiran terbalik yang menarik untuk disimak. Bapak dosen ini bilang begini. “Tunggu dulu, apakah Bapak (baca ; pengelola kebun) sudah tulis di kebun itu, ada larangan mengambil anggur, serta sanksinya ? Kalau sudah ada dan mereka melanggar, bisa diberikan sanksi”.

Selaku dosen yang mengajar mata kuliah Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi, saya prihatin sekaligus merenung. Prihatin karena ini lembaga pendidikan. Lembaga yang mengajarkan kepada mahasiswa moral kebajikan. Lembaga yang mendidik manusia tentang hukum dan kepatuhannya (law and enforcement). Tapi mengapa, di lembaga ini malah pelanggaran hukum itu sering terjadi.

Saya juga merenung karena baru berselang beberapa hari lalu, saya bersama sejawat, dipanggil SPI (satuan pengawas internal) sekaitan dugaan pelanggaran hukum yang kami lakukan. Pasalnya, saya pernah ikut acara ilmiah di luar negeri tanpa izin negara (exit permit). Meskipun saya tidak tahu ada aturan begitu. Padahal, sudah ada izin Rektor. Sudah ada SPJ. Itu pun, hanya dapat lunsum saja. Sebab, biaya tiket dan lainnya sudah ditanggung institusi internasional tersebut. Tetap saja salah. Sebab, dalam hukum, tidak ada alasan untuk bilang, kita tidak tahu (no excusse in the law).

Jadi, walau di kebun itu, tidak ada tulisan larangan dan sanksi. Semua orang harusnya telah tahu bahwa, mengambil barang orang lain, tanpa izin pemiliknya adalah perbuatan melawan atau melanggar hukum, titik. Di sini masalahnya.

Dan, ini membuat saya merenung kian dalam. Kalau mahasiswa memetik anggur tanpa izin otoritas pengelola kebun. Dan, saya berseliweran ke luar negeri tanpa izin otoritas pengelola negara. Lalu, apa bedanya yaa..? Jangan-jangan mereka, para mahasiswa ini melakukan itu, karena mencontohi kita. Para gurunya. Maka, relevanlah pameo lama yang diakui hingga kini. “Guru kencing berdiri. Murid kencing berlari”.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam