Sabtu, 4 April 2026

BKKBN Optimis Angka Prevalensi Stunting Turun 14 Persen di Akhir 2024

Inspektur utama BKKBN RI, Ari Dwikora mewakili Kepala BKKBN RI dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dilaksanakan Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Selasa 15 Maret 2022 di Hotel Santika Palu. Foto: Biro Adpim Setdaprov

Inspektur utama BKKBN RI,  Ari Dwikora mewakili Kepala BKKBN RI dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dilaksanakan Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Selasa 15 Maret 2022 di Hotel Santika Palu.

PALUEKSPRES, PALU- Sepanjang tahun 2019 ke 2021 telah terjadi penurunan prevalensi angka stunting di Indonesia. Sebelumnya pada tahun 2019 prevalensi angka stunting yakni 27,67 persen dan pada tahun 2021 prevalensi angka stunting turun menjadi 24,40 persen.

Persentase penurunan prevalensi angka stunting ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021.

Sementara itu prevalensi angka stunting di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada tahun 2021 yakni masih berada di angka 29,7 persen. Hal ini berarti upaya dan intervensi yang telah dilakukan Kementerian dan lembaga selama ini telah menunjukkan hasil yang baik.

Demikian diutarakan Inspektur utama BKKBN RI,  Ari Dwikora mewakili Kepala BKKBN RI dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dilaksanakan Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Selasa 15 Maret 2022 di Hotel Santika Palu.

Ari Dwikora yang mengikuti pembukaan Rakerda secara virtual menejelaskan bahwa dua tahun ke belakang merupakan tahun yang sangat berat bagi bangsa Indonesia dan bahkan juga dunia untuk bertahan dalam situasi pandemi Covid-19.

Namun ia menyebut, BKKBN dapat melewati tahun 2021 dengan tetap menghasilkan kinerja yang baik.