Di sisi lain lanjutnya, BKKBN juga mempunyai tugas untuk membantu Presiden dalam pencapaian sasaran indikator pembangunan di bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Sebagaimana kata Ari Dwikora tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN, 2020-2024) yang indikatornya meliputi menurunnya angka kelahiran total (TFR), menurunnya angka kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (unmet need).
Lalu meningkatnya kesertaan ber-KB (m-CPR), meningkatnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), meningkatnya usia kawin pertama perempuan serta meningkatnya indeks pembangunan keluarga (iBangga).
Selanjutnya pada tahun anggaran 2022 ini, BKKBN sebutnya masih harus bekerja keras untuk mencapai sasaran-sasaran RPJMN tersebut.
Oleh karena itu tema Rakerda Provinsi Sulteng tahun 2022 ini adalah “Penguatan Operasional Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting melalui Optimalisasi Sumber Daya dan Konvergensi Lintas Sektor Provinsi Sulteng.
“Pemilihan tema ini bermaksud untuk mensukseskan Program Bangga Kencana sekaligus program percepatan penurunan stunting dengan harapan mendapat dukungan dan komitmen dari para pemangku kepentingan serta penggerak program di lapangan. Dengan dukungan tersebut, kami optimis dapat menurunkan angka prevalensi stunting sampai dengan 14 persen di akhir tahun 2024 nanti,” pungkasnya. (bid/paluekspres)






