“Kualitas maupun cakupan pelatihan, khususnya bagi para petani/peternak setempat, termasuk penyandang disabilitas, agar terus ditingkatkan. Bekal pelatihan ini sangat penting untuk menciptakan pribadi-pribadi yang mandiri, bahkan nantinya dapat turut berkontribusi di tengah masyarakat,” imbau Wapres.
Dari sisi pertanian, sebagai salah satu dari 10 lokasi dengan keadaan tanah yang subur, BPVP Lembang juga diminta untuk meningkatkan pelatihan seputar digitalisasi pertanian, baik on-farm maupun off-farm.
“Kita ingin para petani/peternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga mampu memasarkan hasil pertanian dan peternakan serta menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Wapres.
“Saya melihat pola pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian tersebut mampu mengangkat taraf hidup masyarakat. Pola ini patut kita dukung, termasuk dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan yang berkualitas dan tepat sasaran. Saya minta Balai Latihan Bandung Barat ini dapat menggandeng pesantren-pesantren di sekitar Bandung untuk semakin menumbuhkan santripreuneur,” tambahnya.
Wapres memberikan apresiasi atas seluruh program yang telah dilaksanakan dan predikat baik yang didapat pada tahun 2021. Ia juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan yang telah berkomitmen dan berkontribusi dalam mengelola serta mengembangkan pelatihan vokasi agar tetap selaras dengan potensi dan kearifan lokal, khususnya pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.






