PALUEKSPRES, JAKARTA- Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Tahun 2022 masih menjadi tahun yang penuh ketidakpastian yang harus dinavigasi dengan keberanian sekaligus juga kehati-hatian.
Menurut Wapres perekonomian dunia berada pada zona pemulihan, tetapi sekaligus dibayangi dengan kenaikan inflasi dan hutang, ketimpangan pendapatan supply shock, krisis perubahan iklim, dan lain-lain.
“Semua negara dituntut mampu memitigasi berbagai risiko secara memadai, tidak terkecuali juga kita Indonesia,” ujar Wapres saat membuka konferensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sharia, di Jakarta Selasa (29/3/2022).
Menurut Wapres, di satu sisi kita mencermati berbagai indikator ekonomi yang membaik pada tahun 2021. Namun, di sisi lain, pertumbuhan ekonomi global masih diproyeksikan tersendat hingga 2023. Dari 5,5 persen di 2021, menjadi 4,1 persen di 2022, dan 3,2 persen di 2023.
“Itu menurut sumber dari World Bank Global Economics Prospect,” tandas Wapres.
Sementara Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berkisar 4,7 sampai 5,5 persen.
Wapres menegaskan ada peran dan ekonomi keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi yang inklusif. Potensi besarnya harus dapat kita manfaatkan sebagai daya ungkit perekonomian, seperti populasi dan demand, halal lifestyle yang semakin membumi di Indonesia, maupun juga di berbagai belahan dunia.
“Kita memiliki sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah, seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata yang ramah muslim, serta keuangan syariah. Sektor-sektor ini tidak saja bertahan, tapi mampu menyangga ekonomi Indonesia selama pandemi,” tandas Wapres.
Secara keseluruhan, katanya pangsa sektor unggulan halal value chain tersebut menopang 25 persen lebih dari ekonomi nasional. Peringkat pertama yaitu sektor pertanian dengan kontribusi mencapai 51 persen. Selanjutnya, sektor makanan halal sekitar 27 persen, pariwisata ramah muslim 16 persen, dan fesyen muslim hampir 6 persen. Itu dari Lexy 2021, Bank Indonesia.
Wapres mengajak para pengusaha muda yang berdaya juang tinggi, seperti HIPMI bisa aktif mendorong ekonomi Indonesia kembali bangkit. “Kuncinya terletak pada kemauan dan kejelian untuk mengubah berbagai tantangan yang ada menjadi peluang-peluang baru.”
“Demikian pula potensi besar ekonomi dan keuangan syariah di tangan Saudara-Saudara sekalian, niscaya akan menjadi lentera yang akan menerangi pembangunan ekonomi di masa yang akan datang,” tandas Wapres.
Wapres mengajak pengusaha muda yang berhimpun dalam HIPMI untuk mulai membangun usaha-usaha yang sesuai dengan kaidah syariah pada berbagai sektor unggulan. (aaa/PaluEkspres)






