Olah Limbah Tambak Udang Yang Bau, Trisna Juara di ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair 2022

  • Whatsapp
Trisna bersiap menujuu ajang Young Innovative di Kuala Lumpur berkat olahan limbah Udang/ foto: Pemkabpacitan

PALUEKSPRES,PACITAN – Betapa terkejutnya Trisna Avi Listyaningrum saat mengetahui bahwa kandungan limbah udang yang bau menyengat di desanya ternyata mengandung Kitin, sebuah polisakarida struktural yang digunakan untuk menyusun eksoskeleton dari arthropoda.

Lantas Trisna berangan-angan, akankah ini adalah tonggak sejarah bagi umat manusia, bahwa perikanan akhirnya benar-benar berkaitan dengan pertanian, sembari terbayang lanskap Pacitan yang subur dan indah.

“Saya bawa air limbah udang itu ke Laboratorium Kampus, ternyata mengandung Kitin. Pupuk organik manapun tidak ada kandungan itu,” kata dia saat mampir di Diskominfo Pacitan, (11/04) seperti dikutip dari Pemkabpacitan Kamis (14/4/2022).

Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu lantas lebih serius melakukan risetnya. Limbah bau dari Desa Hadiwarno dan Sidomulyo tersebut setelah ia campur dengan kotoran kambing (Srintil) dan bakteri anaerob lalu difermentasi.

Hasilnya diluar dugaan, limbah tersebut nyatanya dalam satu liter kaya akan nitrogen, kalium, fosfor dan tentu kitin. Dengan komposisi 180 Liter limbah udang, 20 Kilogram Srintil dan 30 sampai 50 tetes bakteri anaerob.

“Tapi sayang, masyarakat di Pacitan sementara belum bisa menikmati langsung hasil ini, karena kesibukan saya di Yogyakarta,” ungkap anak pertama dari pasangan Sulistiyono dan Ruminatun tersebut.

Terang saja even Pekan Kreativitas Mahasiswa dari Kemendikbud memberi reward gadis yang hobi jalan-jalan itu uang pembinaan sebesar Rp.8Juta.

Pemprov Sulteng

Pos terkait