UDANG : Genetik, Lingkungan dan Mekanisasi, Membuat Equador dan India Unggul

  • Whatsapp
Dr Hasanuddin Atjo/ foto: istimewa

Oleh DR Hasanuddin Atjo

Di kelompok seafood, udang sejak lama menjadi salah satu komoditi favorit dan digemari masyarakat dunia. Permintaan si bengkok ini terus meningkat bahkan diprediksi permintaan di tahun 2021 sebesar 6 juta ton belum bisa dipenuhi, dan pasokannya masih kurang sekitar 1,5 juta ton.

Boleh jadi karena nilai gizinya yang tinggi, tidak berdarah merah tetapi bening (disebut haemolimp) serta praktis dikonsumsi, karena cukup dicuci bersih, langsung dapat di rebus atau digoreng menyebabkan komoditi ini banyak dicari orang. Dan pada era pandemi Covid-19 permintaannya relatif stabil, diduga karena kepraktisannya.

Bacaan Lainnya

Sejumlah negara yang berpotensi sebagai produsen udang, karena memiliki wilayah pesisir berlomba dan berupaya untuk meningkatkan produksi maupun ekspornya guna penerimaan devisa negara maupun kesejahteraan rakyatnya yang kini masih menjadi tantangan.

Indonesia juga tidak ketinggalan, mendorong komoditi ini sebagai salah satu prioritas, karena hampir separuh devisa hasil perikanannya di tahun 2021, yaitu kurang lebih USD 2 milyar berasal dari ekspor udang, yang mendekati angka 300 ribu ton.

Selain itu, sebagai negara maritim memiliki garis pantai terpanjang ke-2 dunia setelah Canada mendekati 100.000 km, beriklim tropis serta sebagian besar masyarakat pesisir familiar membudidayakan komoditi ini dan telah berlangsung lama ikut memperkuat alasan itu.

Bahkan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pionir didalam pengembangan teknologi budidaya udang windu di dunia, dan ditandai dengan kemampuan memproduksi benih udang windu secara buatan di Balai Benih milik Pemerintah di Paotere Makassar, Sulsel di tahun 1970 dengan memanfaatkan induk matang telur dari alam.

Di tahun 1973 bertempat di Riset Center Udang Jepara, putra anak bangsa, Alikunhi ,Ali Purnomo dkk pertama kali berhasil membuat induk udang windu matang telur secara artifisial (buatan) melalui teknologi ablasi mata. Prestasi ini kemudian menjadi tonggak sejarah dimulainya usaha budidaya udang Indonesia. Dan kemudian Indonesia tersohor ditataran dunia.

*****

Pos terkait