Sabtu, 4 April 2026

UDANG : Genetik, Lingkungan dan Mekanisasi, Membuat Equador dan India Unggul

Dr Hasanuddin Atjo/ foto: istimewa

Sebagai akhir dari artikel ini bahwa Major project RPJMN 2019-2024 program peningkatan produksi udang sebesar 250 persen dari 800 ribu ton di 2019 menjadi 2 juta ton di 2024, berdasarkan analisis dinilai bisa direalisasikan dengan memperhatikan;

Pertama, fokus kepada perbaikan genetik dan memfasilitasi serta mendorong sektor swasta dengan sejumlah kemudahan dan bermitra dengan NBC di Hawai dan Florida membangun BMC di Indonesia yang memiliki keunggulan SPF fast growth, dan SPF high survival serta SPF Balance fast growt dan high survival.

Kedua, pemetaan wilayah tambak berbasis lingkungan, dikarenakan sebagian besar tambak di wilayah Indonesia merupakan konversi mangrove yang memiliki elevasi dalam jangkauan pasang surut dan memiliki produktifitas rendah. Ini penting untuk mengetahui berapa besar yang bisa ditingkatkan klas teknologinya menjadi semi intensif

Ketiga, mendorong sektor swasta
dan memberi kemudahan dalam membuka areal baru utamanya di wilayah timur dengan cara baru termasuk memperhatikan elevasi, penerapan teknologi lingkungan dan integrasi mekanisasi.

Tentunya pokok pikiran ini masih perlu disempurnakan dan diyakini dengan membangun visi maupun komitmen yang sama, maka soal peningkatan produktifitas, produksi udang nasional mampu dicarikan solusi. Semoga***

(Penulis adalah Ketua Shrimp Club Indonesia Sulawesi, Doktor Penemu Pengelolaan Tambak Udang Vanamae Supraintensif)