Sabtu, 8 Agustus 2026

Pendekatan Baru Budidaya Udang, Belajar dari Equador dan Mesir

KEK Pangan berbasis Vaname oleh Dr Hasanuddin Atjo/ Foto: Istimewa

Project ini dimulakan tahun 2017, merupakan afiliasi antara Badan Perikanan Nasional Mesir, Militer Mesir dan Badan Pengelola terusan Zues. Dibangun di aras gurun pasir seluas 20.ribu ha, jumlah tambak sekitar 5000 an unit, dan mampu memproduksi ikan maupun udang sebesar 150 ribu ton setiap tahun dan menyerap tenaga kerja sekitar 10.000 orang.

Elaborasi dengan beberapa negara menjadi kekuatan mega project ini. Diimulai dari tekonologi konstruksi yang menahan air agar tidak bocor, mengintegrasikan air laut-sungai di dalam satu sistem budidaya, usaha hatchery untuk penyediaan benih, pabrik pakan hingga ke prosessing berorientasi nilai tambah.

*****

Penyelenggaraan Boston Seafood Expo, tanggal 12 – 15 Maret 2022 terungkap banyak informasi yang menarik dari bisnis ini. Pertama bahwa milenial yang akan menjadi konsumen terbesar senang dengan penyajian makanan praktis, cepat dan bergizi.

Cukup mengeluarkan udang kupas beku ( permintaan terbesar), udang sudah dapat menjadi lauk dengan direbus arau digoreng. Selain itu juga tersedia udang cooked beku dan ini lebih praktis lagi, tinggal dipanasi di microwave 3 – 5 menit maka lauk sudah siap.

Kedua, berdasarkan literatur ada 8 manfaat jika mengkonsunsi udang antara lain bisa menaikkan vitaliti karena mengandung cukup zink dan selenium. Memperbaiki kulit dan rambut karena mengandung beta caritine. Dan yang tidak kalah pentingnya sebagai anti oksidant.

Tiga pendekatan yang dilakukan Equador meningkatkan produksi udangnya. Yaitu melalu perbaikan genetik, lingkungan dan penerapan mekanisasi. Skenario ini akhirnya dalam waktu singkat menobatkan Equador sebagai produsen udang terbesar dunia menggeser India, Vietnam, Indonesia dan Thailand.

Equador menghabiskan waktu dan dana selama 4 tahun untuk riset memperbaiki genetik induk udang. Elaborasi lembaga penelitian dan perguruan tinggi bersama dunia usaha-dunia industri terjalin sangat baik, didukung regulasi pemerintah yang kuat.

Kini negara ini setidaknya memiliki 3 line (strain) induk udang bebas penyakit dengan karakter, (1) fast growt, high survival ; (2) fast growt, toleran terhadap kualitas air yang ekstrim seperti low salinity dan; (3) fast growt, toleran akan penyakit tertentu yang disebabkan bakteri atau virus yang mematikan.

Kondisi seperti ini memberi pilihan kepada pembudidaya menentukan strain benih yang akan digunakan, agar bisa berkesesuaian dengan kondisi tambak masing masing. Semakin banyak pilihan, memberi peluang yang semakin besar bagi keberhasilan pembudidaya dan bermuara kepada keberhasilan negara.

Di Indonesia variasi genetik induk udang untuk menghasilkan benih yang sesuai kebutuhan lingkungan masih sangat terbatas, sehingga jaminan keberhasilan dalam proses budidaya semakin berkurang. Ini menjadi salah satu kelemahan dan harus se segera mungkin mampu dieleminir, agar obsesi menaikkan produksi 250 persen bisa tercapai.

Kedua, derajat elevasi dari tambak terhadap permukaan air laut relatif tinggi dan menjadi salah satu kunci pemutusan siklus penyakit karena bisa kering secara sempurna meski tambak konstruksi tanah. Selain itu tanah dapat diolah menggunakan mekanisasi, yang tujuannya di saat proses budidaya nantinya, kualitas air tambak terkendali dan terjaga.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital