oleh

Ini 2 Cara Diet Kalium Bagi Pasien Gagal Ginjal

JAKARTA, PE – Korelasi seseorang dengan obesitas akan meningkatkan jumlah penderita gagal ginjal. Karena itu sebelum memiliki risiko tersebut, seharusnya masyarakat memahami asupan gizi yang seimbang.

Data Riskesdas 2013 menyebutkan, prevalensi kasus obesitas meningkat dan terbanyak pada wanita dibanding pria. “Sebanyak 93 persen penduduk kurang sayur dan buah. Lalu batasi gula, garam dan minyak. Garam hanya boleh satu sendok teh sehari. Air putih 8 gelas sehari. Gula maksimal 4 sendok makan sehari. Dan minyak goreng 5 sendok makan dalam sehari. Makan harus bervariasi digoreng, direbus, atau dipepes,” kata Ahli Gizi Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Atriyani Kresnawan dalam Konferensi Pers Hari Ginjal Sedunia, Rabu (8/3).

Pada pasien gagal ginjal, tentu wajib melakukan diet garam, gula, air, dan kalium. Hal ini karena hasil (output) urine pasien gagal ginjal sudah sangat sedikit. Apalagi mereka melakukan hemodialisis.

Pada orang normal, kalium bermanfaat untuk menggerakkan otot dan baik bagi jantung. Namun pada pasien gagal ginjal, kalium berbahaya karena mempercepat denyut atau irama jantung.

Diet Rendah Kalium Pada Buah

Pada pasien gagal ginjal stadium akhir, biasanya sudah melakukan hemodialisis. Mereka akan mengalami kelebihan kalium dalam darah atau hiperkalemia. Diet rendah kalium sangat membantu. Pasien gagal ginjal dengan hiperkalemia harus membatasi buah dan kalium tinggi. Yaitu pisang, alpukat, durian, nangka dan leci.

Diet Rendah Kalium Pada Sayuran

Singkong dan daun pepaya mengandung kalium yang tinggi. Cara mengolahnya yaitu sayuran bisa direndam 2 jam dengan air, karena kalium akan larut. Setelah dicuci maka dapat dimasak sesuai selera. Bisa ditumis atau direbus.

(cr1/JPG/PE)

News Feed