Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Anti klimaks Sikap Gubernur

Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Sulteng, H Farid Sofyan Lembah SH

Tentu statement gubernur didahului oleh banyak pertimbangan mulai dari Inspektur sendiri, Plt.Sekprov termasuk Tenaga Ahli (TA) Khusus terhadap TA, baik diminta maupun tidak diminta pasti telah memberikan pertimbangan cukup kepada Gubernur. Gubernur tentu akan bijak menjalankan kewenangannya dalam menyelesaikan Kasus JBJ ini.

Jika benar bahwa Gubernur telah memberi sanksi (konon) lewat pemotongan Tunjangan Kinerja terhadap enam orang pejabat dalam jajarannya yang terbukti lakukan penyalahgunaan kewenangan tentu itu adalah beshicking beliau sebagai gubernur.

Silakan publik menilai, apakah kebijakan tersebut sudah sesuai dengan rekomendasi Tim Investigasi atau kesesuaian dengan rasa keadilan masyarakat. Jelas ini menjadi preseden.

Reformasi birokrasi telah menjadi political will dalam penyelenggaraan pemerintahan dan seluruh Indonesia baik gubernur dan bupati/walikota telah menandatangani pakta integritas dan berlomba-lomba mencanangkan Zona Integritas bebas WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK) juga WILAYAH BEBAS BERSIH DAN MELAYANI (WBBM). Semua tertuang dalam road map Reformasi Birokrasi Sulawesi Tengah.
Pertanyaan substansinya adalah, apakah statement gubernur itu telah sesuai dengan suasana kebatinan pencanangan Zona Integritas tersebut?
Bagi Ombudsman, Hasil Tim Investigasi adalah klimaks dari pembuktian atas dugaan terjadinya maladministrasi. Maladministrasi itu sendiri adalah bentuk dari kejahatan administrasi yang melanggar asas-asas pemerintahan yang baik khusus pada Standar Etika Publik dari penyelenggara pemerintahan. Ini bisa mengancam berjalannya reformasi birokrasi. Ada kepercayaan masyarakat yang tergerus.

Maladministrasi dalam kasus JBJ itu berbentuk adanya permintaan uang dan barang. Pengalaman di Ombudsman, seluruh saran wajib dilaksanakan terlapor dan atas uang yang dipungut secara ilegal dikembalikan kepada pelapor yang menjadi korban sikap tindak maladministrasi tersebut. Atas kasus JBJ ini, minimal gubernur melaksanakan rekomendasi seluruh hasil Tim Investigasi bentukan sendiri karena kami yakin sudah sesuai dengan kerja keras dan tentunya aturan yang ada.
Tetapi itu semua kembali pada Gubernur.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital