Didukung Yonif 711/Raksatama, Tiga Batalyon Menwa Gelar Diklatsar Gabungan

  • Whatsapp

Suara rentetan tembakan senjata otomatis terdengar menyalak di lapangan Batalyon Infanteri 711/Raksatama, Brigade Infanteri 22/Ota Manasa. Sebanyak 32 personil Resimen Mahasiswa terlihat merayap dengan penuh semangat di bawah salakan senjata itu.

Para pelatih terus memastikan para personil Resimen Mahasiswa itu dalam kondisi fit saat menjalani Pendidikan dan Latihan Dasar ini.
Para anak muda belia ini adalah bagian dari Satuan 251 Wiratama Pawana Cakti Universitas Tadulako, Satuan 252 Wirakarma UIN Palu dan Satuan 253 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya.

Bacaan Lainnya

Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun lamanya, Resimen Mahasiswa kembali bergandengan tangan dengan orang tua kandungnya, TNI Angkatan Darat.

Di bawah tajuk Menwa Sulteng Bersatu dan Mandiri untuk Berkarya dan Mengabdikan kepada Nusa Bangsa, mereka akan menjalani Diklatsar Menwa 25 – 31 Juli 2022.

Untuk pertama kalinya pula para ‘tentara mahasiswa’ ini dapat menggelar Diklatsar Gabungan sejumlah Batalyon Menwa di Sulawesi Tengah. Ini adalah gagasan murni dari Batalyon Menwa di tiga perguruan tinggi. Itu didukung penuh oleh Pimpinan perguruan tinggi masing-masing.  

“Saya sangat bangga bisa melaksanakan Diksar Gabungan ini. Ini dapat berlangsung tanpa bantuan dari Skomen yang selama ini hanya memberikan janji tak pasti. Saya berharap ini akan terus berlanjut sehingga Menwa Sulteng kembali berjaya,” ungkap Salman Alfarisi, Dansat 252 UIN Datokarama Palu.

Pada apel pembukaan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya, Subardin, S.KM, M.Kes menyatakan terima kasihnya pada Yonif 711/Raksatama yang mendukung penuh Diklatsar ini.

“Jadikan ini sebagai tonggak awal kebangkitan kembali Menwa di Sulawesi Tengah. Saya sudah menitipkan adik-adik kepada para pelatih di Batalyon Infanteri 711/Raksatama. Dan saya minta untuk tetap semangat hingga akhir Diklatsar ini,” harap Subardin.

Dia menyatakan bahwa Diklatsar ini diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para personil Menwa tentu akan membawa manfaat positif buat mereka saat mengabdi di kampus dan di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Komandan Latihan Letnan Dua Infanteri Darwin menyatakan kekagumannya pada semangat para anggota Resimen Mahasiswa ini. Bagi dia, ini adalah pengalaman yang luar biasa.

“Saya bangga dapat melatih para anggota Resimen Mahasiswa ini. Kepada mereka kami memperkenalkan latihan dasar jasmani militer, peraturan baris berbaris, beladiri militer, dan lainnya,” ujar Letda Inf Darwin.

Tentu saja, tujuan dari hal ini adalah mempersiapkan anggota Menwa menjadi komponen pendukung bela negara.

Menyambung itu, Ekuivalen Sutridani, Komandan Satuan 253 STIK IJ menyatakan bahwa Diklatsar Gabungan itu sebenarnya sudah digagas sejak Mayor TNI Jenderal Farid Makruf, MA menjadi Danrem 132/Tadulako. Namun baru kali ini bisa terlaksana karena berbagai kendala. Mantan Danrem yang kini Wakil Inspektur Jenderal TNI itu memang diketahui sangat intens melakukan pembinaan pada Menwa semasa bertugas di Palu.  

“Dan seperti yang kita lihat sekarang, saat ini, tiga Satuan bergabung menggelar Diklatsar ini dengan dukungan pelatih dari Yonif 711/Raksatama,” ungkap Ekuivalen.

Rezal, Dansat 251 Wiratama berharap agar ini akan dapat dilakukan berkesinambungan. Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Wair TNI Mayjen TNI Farid Makruf, MA yang memungkingkan Diklatsar Gabungan ini terwujud.

“Saya mengakui berbangga diri, namun ini bukan akhir dari perjuangan, ini adalah langkah awal untuk kebangkitan Menwa di Sulteng. Saya juga merasakan semangat dari para Dansat dalam gelar Diklatsar gabungan ini. Ini untuk pertama kalinya kembali kami lakukan. Dukungan pembiayaan dari Pak Mayjen TNI Farid Makruf, juga sungguh luar biasa sehingga kami dapat menggelar Diklatsar Gabungan ini tanpa mengeluarkan biaya sendiri,” tukasnya.

Nah, gong kebangkitan kembali Menwa Sulteng sudah mereka tabuh sendiri. Selama ini mereka terlalu lama menari di bawah tabuhan gong pihak lain yang terasa selalu mengusik raga, jiwa dan pikiran mereka. Ini tonggak awal kebangkitan kembali Menwa di Bumi Tadulako. ***

Pos terkait