Dimana dana tersebut sebut Idran, digunakan pada saat keadaan darurat bencana, keadaan tertentu, dan pertimbangan adanya risiko bencana berdampak luas ditetapkan oleh Kepala BNPB.
“Dana tersebut berasal dari Provinsi dan akan dikerjakan oleh pihak ketiga dalam pembangunan huntara bagi korban banjir,” jelasnya.
Untuk penentuan estimasi besaran dan nilainya tergantung ketetapan dari BNPB, yang menyalurkan dana pembangunan hunian bagi daerah bencana disesuaikan dengan data hasil asessmen.
Untuk saat ini tambahnya, data sementara yang masuk se kecamatan Torue sebagai berikut, untuk desa Torue sendiri warga yang terdampak banjir sebanyak 472 kepala keluarga (KK), desa Tolai bersaudara, Tolai Barat, dan Tolai Timur sebanyak 125 kepala keluarga.
“Kemudian, untuk data rumah rusak berat sebanyak 30 unit, rumah hilang delapan unit diwilayah Torue, Desa Tolai bersaudara, rusak berat 11 unit, rusak sedang empat unit, dan rusak ringan dua unit,” ujarnya.(asw/PaluEkspres)






