Sabtu, 8 Agustus 2026

Penuhi Modal Inti, Bank Sulteng Masih Kekurangan Rp1,8 Triliun

Gathering media bersama OJK Sulteng di slah satu cafe di kota Palu, Selasa (9/8/2022). Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PALUPT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng atau Bank Sulteng masih kekurangan Rp 1,8 Triliun guna memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun pada 2024.
Berdasarkan catatan data, Bank Sulteng sampai saat ini baru memiliki modal inti senilai Rp1,2 triliun. Angka itu masih kurang Rp1,8 triliun dari ketentuan minimum modal inti.
“Masih jauh dari modal inti, ada di angka Rp1,1 triliun sampai Rp1,2 triliun,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, Triono Raharjo menjawab pertanyaan wartawan pada Gathering Media bersama OJK,  Selasa (9/8/2022)  di salah satu cafe di Kota Palu.
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 lanjutnya, pada akhir 2024 khususnya Bank Daerah harus memenuhi Rp 3 Triliun dan pada tahun 2022 ini, baru memenuhi Rp 1,2 Triliun dan kurang Rp 1,8 Triliun.

Syarat modal inti berdasarkan peraturan itu masih berlaku hingga saat ini. “Paling lambat Desember 2024 penuhi syarat modal inti Rp3 triliun khusus untuk BPD. Bank Sulteng masih berproses untuk memenuhi,” ungkap Triono.
Jika tidak terpenuhi, bank milik pemerintah daerah itu bakal turun status jadi BPR.
Hal serupa pernah dibahas Pemprov Sulteng.

Plt. Sekda Provinsi Sulteng Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM mewakili Gubernur  memimpin rapat terkait Penetapan Aset Daerah yang akan digunakan untuk pembangunan PT. Bank Sulteng, Selasa (12/7/2022), di ruang kerja Sekda.

Rudi menjelaskan, rapat Penetapan Aset Daerah ini dilaksanakan guna menindaklanjuti surat dari PT. Bank Sulteng perihal permohonan tambahan modal.
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 bahwa pada akhir 2024 khususnya Bank Daerah harus memenuhi modal inti Rp 3 Triliun. Bank Sulteng pada tahun 2022 ini, baru memenuhi Rp 1,2 Triliun atau masih kekurangan  Rp 1,8 Triliun.
Berkaitan dengan pernyataan modal dalam bentuk aset, dalam rapat yang dihadiri perwakilan Bank Sulteng, Dinas Perindag, Biro Ekonomi, Biro Hukum, Inspektorat, dan BPKAD Provinsi Sulteng, terungkap beberapa opsi yang dapat dijadikan sebagai bagian dari  penyertaan modal. (Tika/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital