DPUPRP Parimo Sarankan BWSS III Bangun Tanggul Permanen di Sungai Torue

  • Whatsapp
Alat berat exavator saat melakukan normalisasi di sungai Torue pascabanjir. Foto - Aswadin/PE

“Pantauan kami di lapangan akan menjadi catatan untuk dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak Balai sungai,” katanya.

Lanjut dia mengatakan, pemberlakuan sungai Torue perlu penanganan intens, dan harus ada upaya lanjutan yang bersifat permanen guna mengantisipasi bencana serupa. Karena, pascabanjir susulan dasar sungai dan daratan hampir sama rata akibat tumpukan sedimentasi yang terbawa arus banjir.

Bacaan Lainnya

Karena katanya, pascabanjir susulan, tanggul sementara dinilai tidak efektif menahan derasnya aliran air dalam jumlah yang banyak, sebab belum selesai masa tanggap darurat air banjir kembali melanda.

Dia menambahkan,  tim BWSS III bekerja di lapangan telah melakukan pengukuran pada bagian yang jebol. Oleh karena itu pihaknya menunggu informasi dari pihak mereka untuk penanggulangan selanjutnya.

Menurut dia, sampai pada perpanjangan tanggap darurat pascabanjir tersebut, alat berat milik BWSS III masih melakukan perbaikan jalur sungai Torue di bagian hulu.

“Penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, namun perlu keterlibatan semua pihak,” ujarnya.(asw/PaluEkspres)

Pos terkait