Minggu, 5 April 2026

Korupsi, Negara Dan Kampus Merdeka

Muhd Nur Sangadji/ fotoa; istimewa

Skenarionya bisa dikarang dengan sistimatis. Akhirnya terungkap. Tapi, patut di catat. Kesuksesan mengungkap kasus Fredi Sambo, karena kegigihan keluarga korban dan para pihak, terutama kalangan media yang sangat masive menyebarkannya. Akibatnya, semua pihak yang selama ini dikenal sengaja atau ikut-ikutan membela, dibuat tidak berkutik. Kotak pandora terbuka. Kejahatan terlihat kentara. Sambo terancam hukuman mati.

Saya lalu berfikir dalam dugaan, mungkinkah kasus kejahatan manipulasi dan Tipikor di universitas Tadulako ini, juga sedang dilindungi aparat penegak hukum ? Mungkin atau tidak ? Waktulah yang akan menjawabnya. Mengapa dugaan ini mengemuka..? Karena bukti terang benderang. Pemberi bukti atau pelapor diteror. Dilempar rumahnya. Diancam akan dibunuh. Laporan pun berkali kali di sampaikan ke Polda Sulteng. Tidak satu pun yang terungkap. Jaksa pun begitu. Bahkan, laporannya tidak digubris. Semoga di hari kemerdekaan ini, cerita ini sampai ke Kapolri dan Kejagung.

Namun, itu baru mungkin (baca ; terjawab), bila ada kegigihan para korban (dosen, mahasiswa dan orang tua) serta kesungguhan media masa memberitakannya. Seperti yang terjadi pada kasus “Sambo Gate”. Saya kira, orang-orang harus diyakinkan. Bahwa, kejahatan. Meskipun dia bergerak secepat kilat. Satu waktu, kebenaran akan melampauinya.

*****

Hikmah dari semua peristiwa ini, saya menemukan jawaban atas pertanyaan, mengapa bangsa ini dijajah begitu lama ? Jawabannya,
karena persekongkolan antar aktor. Waktu itu, antara penjajah dan oknum rakyat Indonesia. Antara elit kolonial dan oknum petinggi kerajaan. Seperti yang dialami pangeran Diponegoro. Di sini, bertemulah empat tabiat buruk. Eksploitasi, penghianatan, masa bodoh dan ketakutan. Mereka yang tidak begitu, adalah yang saat ini kita agungkan namanya sebagai pahlawan.

Zaman itu, penjahatnya bernama penjajah dari bangsa asing. Bersekongkol dengan aktor lokal. Boleh jadi sekarang, penjahatnya aktor lokal. Bersekongkol dengan bangsa asing. Prakteknya, bisa di level negara atau di dunia perguruan tinggi. Dunia yang ingin melabelkan ruangnya dengan kemerdekaan. Popular dengan diksi kampus merdeka.

Karena itu, saya secara individual berpandangan. Bila masalah ini (baca ; korupsi dan kolusi), tidak ditangani dengan serius, kita bakal dijajah kembali. Mungkin lebih dari tiga ratus lima puluh tahun. Dan itu, oleh bangsa sendiri. Tragis. Mengapa begitu lama dan tragis ? Jawabannya, selain karena dijajah oleh bangsa sendiri. Juga karena kampus sebagai penjaga spirit moral perjuangan, telah lama mati. Semoga tidak begitu. Dirgahayu, sambil merenung di hari kemerdekaan RI yang ke 77.

(Penulis, Assoc Prof Bidang Ekologi Manusia. Pengajar mata kuliah pendidikan karakter dan anti korupsi di Universitas Tadulako) 🤲🤝