Minggu, 5 April 2026

Seri Diskusi MD KAHMI Kota Palu, Menyoal Perempuan dalam Pembangunan

MD KAHMI Kota Palu menggelar seri diskusi jelang pelantikan ketua dan pengurus MD KAHMI Kota Palu, yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Palu dr Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Rabu malam (17/8/2022) di salah satu Cafe di Kota Palu. Foto: Abidin/PE

“Kalau di Bawaslu sudah pernah ada pengalaman, saya sendiri sudah pernah memimpin Bawaslu provinsi mulai 2012 hingga 2017. Saya kira ini catatan yang baik buat kita,” ujarnya.

Sebenarnya dari aspek legislasi, ruang tersebut sudah dibuka. Tinggal bagaimana perempuan itu bisa meraih kesempatan tersebut.

Sementara itu, Dr Nisbah mulai mengupas dari sisi history perjalan pergerakan perempuan dari sejak masa orde baru ke masa orde reformasi.

“Kalau kita membandingkan perjalan pergerakan perempuan dari sejak masa orde baru ke masa orde reformasi, geliatnya keliatan berbeda,” kata Dr Nisbah.

Menurtunya, di masa orde baru, kooptasi negara dalam hal ini pemerintah, sangat kuat mengintervensi terhadap aktivitas politik  dari partai politik.

Semangat yang berbeda ketika membandingkan gerakan politik perempuan dari era kemerdekaan sampai jelang  orde baru. Ada semangat yang luar biasa, subtantif gerakannya sehingga banyak melahirkan gagasan-gagasan yang melahirkan perempuan di wilayah publik.

“Ini yang tidak bisa kita lepaskan dengan situasi yang terbentuk saat ini,” katanya.

“Tetapi sampai pada titik ini, titik reformasi, kita diperhadapkan dengan apa yang disebut dengan liberalisasi politik tadi. Kita terbagi pada ruang yang begitu besar antara politik maskulinitas dengan politik feminitas,” tambahnya.