Hal lain dipicu pula oleh terjadinya pengurangan Parent Stock yang dilakukan pihak pabrikan untuk menghindari over populasi.
“Inilah yang menyebabkan Harga telur melonjak, dimana Suplay dan demand yang tidak seimbang, stok sangat kurang dan permintaan begitu tinggi,” tandasnya.
Sebagai pengusaha ayam Petelur, kata Kasman, peternak berharap bagaimana terjadi jaminan kestabilan dalam menjalankan usaha ini, tanpa harus mengalami kerugian berkepanjangan dan akhirnya terjadi lonjakan harga telur.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari peran pemerintah, antara lain :
- Pemerintah dan perusahaan terkait tetap menggalakkan peningkatan minat konsumsi telur di masyarakat.
- Pemerintah mengambil peran dalam menstabilkan harga bahan baku khususnya jagung dengan mengatur waktu yang tepat untuk melakukan impor jagung.
- Peternak berharap, Pemerintah memantau harga pakan (konsentrat) Pabrikan agar segera menyesuaikan harga (melakukan penurunan Harga)
- Pemerintah memantau pertumbuhan populasi (produksi telur) dengan daya serap (tingkat konsumsi) masyarakat sehingga terjadi kestabilan
- Pemerintah menormalkan kembali populasi di Peternak rakyat, sebagai program penciptaan lapangan kerja dan sumber pendapatan di masyarakat. (aaa/PaluEkspres)






