oleh

Pola Ilmiah Pokok Universitas

-Opini-1.233 views

Oleh: Muhd Nur Sangadji

INI adalah istilah yang sangat populer di kalangan akademisi perguruan tinggi  pada  era  tahun 80 an. Pola Ilmiah  Pokok (PIP) merupakan hal yang membedakan jati diri atau identitas universitas yang satu dengan lainnya.

Kala itu, mulai dicita-citakan  keunggulan  masing-masing universitas dari aspek atau bidang kajian berbasis potensi yang melekat  pada  masing masing universitas.

Kala itu,  setiap universitas  berlomba  membentuk jati dirinya  mengikuti pola ilmiah pokok yang telah ditetapkannya.  Ada, PIP  Kelautan,  Pertanian,  Lingkungan Hidup,  Pemukiman dan lain-lain.

Waktu itu,  juga  dicitakan  bila orang ingin beljar tentang satu bidang maka datangilah  Universitas  sesuai PIP-nya.   Begitu  juga, bila orang  ingin mengetahui  suatu kajian   keahlian,   mereka  datangi   universitas   yang  mandalami  kajian bersangkutan.  Sayang,  hal  yang seperti ini tidak lagi terdengar  saat ini.

Tiba-tiba saya tersentak ketika seorang mahasiswa bertanya pada  saat   workshop  tentang  kebudayaan  dan   beasiswa  Perancis  di  Universitas Tadulako. Mahasiswa tersebut bertanya tentang universitas favorit di Perancis.

Pihak kedutaan Perancis  yang  hadir pada workshop saat itu memberikan penjelasan bahwa di  Perancis   hingga saat ini tidak ada istilah universitas favorit. Semuanya tergantung apa yang  ingin dipejari, akan di tunjukan ke Universutas yang sesuai dengan kajiannnya.

Semisal, kalau ada mahasiswa yang ingin belajar tentang pesawat,  mereka akan belajar di Universite  de  Toulus  di  kota Toulus Perancis Selatan. Bila ingin belajar tentang perikanan dan kelautan, mereka akan belajar di  Brest  Perancis Timur atau Marseille di Perancis Selatan, daerah yang dekat dengan laut.

Dan, bila mereka ingin belajar tentang politik lebih pas memilih Universite de Sourbone di Paris yang telah melahirkan banyak pemimpin di dunia.

Sepertinya, itulah cita-cita tentang Pola Ilmiah Pokok  (PIP).  Jujur, kita mesti mengakui bahwa  salah  satu kelemahan  kita adalah keengganan  untuk merawat hal hal baik (best practices) milik kita.

Istilah ganti pemimpin,  ganti kebijakan adalah fakta pengurasan energi yang terus berulang. Nanti, kita  sadar  setelah segalanya telah jauh tertinggal. Dan, kebijakan tentang Pola Ilmiah Pokok adalah salah satu contohnya. Wallahu a’lam.

Penulis dalah akademisi Universitas Tadulako

News Feed