Jumat, 15 Mei 2026
Berita  

Dr. Rustam Abdul Rauf Soroti Penurunan Lahan dan Produktivitas Kelapa di Sulawesi Tengah

Akademisi dan pakar sosial ekonomi pertanian, Prof. Dr. Ir. Rustam Abdul Rauf, MP, mengungkapkan kekhawatiran terhadap tren penurunan luas lahan dan rendahnya produktivitas tanaman kelapa dalam di Indonesia. (Foto: Arsip Pribadi)
Akademisi dan pakar sosial ekonomi pertanian, Prof. Dr. Ir. Rustam Abdul Rauf, MP, mengungkapkan kekhawatiran terhadap tren penurunan luas lahan dan rendahnya produktivitas tanaman kelapa dalam di Indonesia. (Foto: Arsip Pribadi)

Palu, Paluekspres.com – Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako dan pakar sosial ekonomi pertanian, Dr. Ir. Rustam Abdul Rauf, MP, mengungkapkan kekhawatiran terhadap tren penurunan luas lahan dan rendahnya produktivitas tanaman kelapa dalam di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Data menyebutkan, dalam kurun waktu satu dekade terakhir, lahan kelapa nasional menyusut dari 3,76 juta hektare pada 2011 menjadi 3,37 juta hektare pada 2021 atau turun sekitar 10,37 persen.

Di Provinsi Sulawesi Tengah, tren lahan kelapa menunjukkan fluktuasi. Jika pada periode 2011 hingga 2018 terjadi peningkatan, maka sejak 2019 hingga 2021 justru mengalami penurunan. Penurunan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama: semakin tuanya usia tanaman dan maraknya alih fungsi lahan kelapa menjadi budidaya lain seperti sawit, cengkeh, dan padi sawah.

“Sebagian besar masyarakat pedesaan di Sulawesi Tengah masih bergantung pada kelapa dalam sebagai mata pencaharian utama. Tetapi, keberlanjutan komoditas ini tengah menghadapi tantangan serius,” ujar Dr. Rustam dalam keterangannya.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021, terdapat 214.143,41 hektare lahan kelapa yang tersebar di 11 dari 13 kabupaten/kota. Kabupaten Banggai menjadi daerah dengan areal terluas, yakni 57.138,23 hektare atau 33,91 persen dari total luas lahan kelapa di provinsi ini. Produksi kelapa dari Banggai mencapai 49.116,34 ton atau sekitar 25,16 persen dari total produksi daerah.

Namun demikian, produktivitas Kabupaten Banggai tergolong rendah. Dengan rata-rata hanya 0,86 ton per hektare, Banggai menempati salah satu posisi terendah dalam hal efisiensi lahan. Prof. Rustam menilai, hal ini disebabkan oleh dominasi tanaman kelapa yang sudah tua dan tidak produktif.

“Tanaman kelapa yang sudah berumur lebih dari 60 tahun perlu segera diremajakan. Ini penting agar hasil panen bisa meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” tandas akademisi kelahiran Ampibabo, Parigi Moutong, 3 Juni 1974 ini.

Menurut alumni Doktoral, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, peremajaan atau replanting menjadi langkah penting, terutama ketika tanaman sudah menurun produktivitasnya, terserang hama, atau rusak akibat bencana alam. Pemerintah sendiri telah mendorong replanting untuk menjaga keberlanjutan komoditas kelapa dalam sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Kekhawatiran Dr. Rustam juga dilatarbelakangi oleh perjalanan hidup keluarganya. Ayahandanya, H. Abdul Rauf, dikenal sebagai pekebun kelapa dalam dan pengusaha kopra ternama di Parigi Moutong pada masanya, sebelum kemudian beralih ke tanaman kakao.

Kini, Dr. Rustam bertekad melanjutkan warisan tersebut. Bagi dia, pengembangan perkebunan kelapa dalam bukan hanya soal pelestarian plasma nutfah, tetapi juga potensi ekonomi besar yang belum digarap secara optimal.

“Kelapa dalam bukan komoditas biasa. Ini bagian dari sejarah, identitas, sekaligus harapan masa depan masyarakat tani kita,” tutupnya. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan