Rabu, 12 Agustus 2026

BEM dan Menwa Unida, Bersatu dan Berdamailah

Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Djuanda (UNIDA) tergolong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang paling aktif di salah satu perguruan tinggi yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat ini.

Kegiatan berupa Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), pemberian santunan kepada anak yatim dan anak kurang mampu, bantuan perlengkapan sekolah dan kebutuhan lain kepada para penyandang disabilitas, kajian religi virtual selama Ramadhan dan lain-lainnya menjadi agenda rutin mereka.  

Kompi D,  Batalyon VII/Surya Kencana, Menwa Mahawarman di kampus ini memang dikenal karena beragam kegiatan positifnya. Utamanya yang terkait dengan pendidikan bela negara dan pemantapan wawasan kebangsaan. Batalyon ini berdiri pada 15 Juni 1987.

Selasa, 13 September 2022, eksistensinya tengah diuji. Bermula dari silang pendapat antara pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unida dengan para anggota Menwa yang menjadi Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Dari informasi yang dihimpun Berni News, pada sekitar 07.45 WIB, anggota Menwa yang bertugas mendapati beberapa mahasiswa baru terlambat. Dengan sikap tegas ala Menwa, mereka pun ditegur. Agar tak terlambat, para mahasiswa baru ini diminta berlari ke tempat kawan-kawannya berkumpul.

Sikap tegas itu dianggap sebagai tindakan kekerasan verbal oleh beberapa pengurus BEM. Padahal, sikap itu biasa dipraktikan dalam kehidupan berorganisasi Menwa.

Dalam siaran pers BEM Unida, mereka menyebutkan; “Merujuk pada Pedoman PKKMB Kemendikbud Ristek, Bagian Azas Pelaksanaan Point 3, tentang azas humanis, dijelaskan bahwa kegiatan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab, dan prinsip persaudaraan.”

Silang pendapat itu pun kemudian ditengahi. Namun saat salah seorang senior Menwa ingin menengahi, para anggota BEM menampiknya sampai kemudian terjadi gesekan. BEM lalu mengeluarkan siaran pers yang mendiskreditkan eksistensi Menwa.

Akibat kejadian itu, Menwa pun dituding membudayakan kekerasan dan militerisme. Padahal, para anggota Menwa yang bertugas hanya melaksanakan penegakan disiplin. Sikap tegas mereka saat menghadapi mahasiswa baru dinilai sebagai bentuk kekerasan verbal.

Sejauh ini belum dilaporkan perkembangan terbaru kejadian tersebut. Hanya saja, baik BEM maupun Menwa tengah cooling down.

Sebenarnya, bila mau belajar, keberadaan Menwa di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara dapat menjadi contoh.

Wakil Rektor III UHO, Dr. Nur Arafah, SP., M.Si., mengatakan keberadaan Menwa di kampusnya dapat diterima semua pihak.

“Di sini, Menwa sangat diterima keberadaannya karena sikap sabarnya Menwa dan banyaknya Menwa berprestasi di luar kampus,” kata Nur Arafah dalam kesempatan bedah buku Menwa Terabaikan di Simpang Zaman; Tetap Lurus Walau Salah Urus, pada Selasa 28 Juni 2022 lalu di Kampus UHO, Kendari.

Adapun pendapat Berni, mantan Komandan Satuan Menwa Universitas Moestopo, Menwa ini anggotanya adalah anak-anak muda. Wajar masih emosional. Mereka semua mahasiswa masih dalam proses belajar.

“Namun, sebagai komponen pendukung pertahanan negara, harapan saya Menwa hendaknya mendahulukan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, karena menwa itu adalah komponen terlatih,” ungkapnya.

Ia beranggapan, bahwa UKM Menwa itu seperti Mabes TNI, dan UKM lainnya ibarat Kementrian dalam sebuah miniatur negara. Ia berharap Menwa tampil sebagai pemersatu beragam komponen anak bangsa di dalam kampus seperti yang ditunjukan oleh para Menwa di Haluoleo.

“Menwa itu cerdas secara intelektual dan emosional, sehingga dapat diterima semua pihak di kampus Halu Oleo,” akunya.

Nah, soal sikap tegas dan disiplin anggota Menwa, Berni menyebutkan sebagai pasukan elit bela negara, Menwa tidak boleh kaku dalam penerapan kedisiplinan.

“Untuk menjadi pengetahuan dari 39 Organisasi bela negara yg telah menanda tangani MoU Kementerian Pertahanan, hanya Menwa yang dilatih ilmu keprajuritan dalam latihan dasar militer. Nah, saya berharap menwa dapat bersikap lebih fleksibel dan tidak kaku dalam menegakkan disiplin dan harus sabar,” sebutnya.  

Menurut pandangannya, penegakan disiplin tidak identik dengan sikap kekerasan. Para mahasiswa baru harus diingatkan dengan cara-cara yang lebih persuasif, mendidik, terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Menghukum pun boleh, tapi tidak melakukan kekerasan fisik.

“Seperti TNI yang menjadi orang tua kandung Menwa, mereka punya berbagai metoda dalam pendekatan kepada masyarakat. Ada pola-pola persuasif untuk mengajari bahkan menegor masyarakat,” tambahnya.

Memang, hematnya, tak mudah menjadi pemimpin dalam organisasi intelektual berjiwa patriot seperti Menwa. Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan trengginas agar Menwa dapat berkiprah sesuai cita-cita Bangsa.

Filosofinya, seperti dikutip dari buku Menwa Terabaikan di Simpang Zaman; Tetap Lurus Walau Salah Urus; “Tanpa standar dalam pelaksanaan kepemimpinan, itu seperti memelihara burung pelatuk dalam pokok pohon besar. Si Pelatuk akan melubangi perlahan pokok kayu itu dari dalam sampai pohonnya roboh.”

Olehnya, ia berharap, Resimen Menwa di Unida harus dapat menunjukkan keteladanan dalam kepemimpinan dan perilaku yang sabar dan tidak kaku. Ia juga meminta agar Menwa di Bogor dapat bersolidaritas pada apa yang menimpa Batalyon VII/Surya Kencana. Menwa mestinya bersatu membantu penyelesaian masalah-masalah seperti itu dengan mengutamakan persatuan dan kebersamaan.

“Upayakan cara-cara konstruktif dan terpelajar untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti yang terjadi di Universitas Djuanda ini,” tandas Berni.

Di lain pihak, ia menyatakan keheranan pada pihak-pihak yang tidak suka dengan kehadiran Menwa.

“Bagaimana mungkin ada yang tidak suka pada organisasi yang menerapkan kedisiplinan, mengembangkan sikap dan faham bela negara serta memantapkan jiwa kebangsaan dan terlatih ilmu keprajuritan?! Saya meragukan jiwa nasionalisme mereka. Bahkan di Amerika Serikat pun saat ini organisasi semacam Menwa diwajibkan dalam kampus,” kuncinya.

Memang, tak ada gading yang tak retak. Tapi polesan yang baik akan membuatnya tetap menarik dan bermanfaat. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia