Minggu, 5 April 2026

Fete De La Musique

Muhd Nur Sangadji/ Foto: istimewa

Kita punya banyak contoh tentang kesuksesan mandiri dari anak-anak negeri di tengah pulau Sulawesi, khususnya di bidang seni. Banyak. Tadi malam mereka ada. Tapi, beberapa individu berikut ini ditampilkan sekadar untuk mewakili. Abdee Slank, Pasya Ungu, Zidan telah cukup menggetarkan Indonesia. Berharap, menjadi inspirasi bagi yang lain.

*****

Terpikirkan oleh saya, perhelatan begini terduplikasi atau direplikasi secara periodik dan rutin. Dia menjadi kanal bagi lahirnya seniman seniman berbakat. Dia juga menjadi event yang mempertemukan para pihak, khususnya orang Indonesia asal Sulawesi Tengah di ajang kebudayaan.

Gerbangnya berisikan kesenian (suara atau tarian), ditambah pusi dan sejenisnya. Tempatnya, bisa pusat Ibu kota Nagara. Atau, di Palu sebagai ibukota provinsi.

Waktunya, ketika Provinsi kita berulang tahun. 13 April setiap tahun. Jadi, momentum itu terjadi setahun sekali. Kolaborasi antara IKST dan Pemda Sulawesi Tengah. Lantas, melibatkan seluruh masyarakat di semua lapisan.

*****

Saya teringat pada satu tradisi di negeri Napoleon Bonaparte. Negeri di tengah tengah Eropa itu, punya satu event rutin tahunan. Di hari itu, semenjak sore hingga larut malam. Semua warga masyarakat seantero negara, larut dalam pesta musik.

Ada pesan begini ke khalayak, “Pour notre plus grand plaisir, préparez-vous à vibrer au rythme de la musique live” (untuk hiburan besar kita, siapkan diri anda pada ritme music yang hidup).

Lalu, hadirlah bermacam bentuk musik. Mulai dari yang paling sederhana hingga yang berbentuk konser. Kami pelajar Indonesia pun ambil bagian. Modalnya, hanya sebuah gitar. Pokoknya, ramai sejagat. Itulah yang dikenal dengan istilah hari raya musik. Mereka menyebutnya “Fete de la Musique”. ***