Kok Arema FC Hindari Adu Penalti di Final Piala Presiden 2017?

  • Whatsapp
Ekspresi Adam Alis, pemain Arema FC, saat mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC di Stadion Manahan, Solo (26/02/2017). Foto: Wahyudin/Jawa Pos

MALANGA, PE – Arema FC hindari adu penalti saat berlaga di final Piala Presiden 2017 kontra Pusamania Borneo FC (PBFC), Minggu (12/3) malam WIB. Artinya, mereka berharap bisa memastikan kemenangan atas PBFC di waktu normal 2 x 45 menit.

Bahkan, Singo Edan – julukan Arema, juga tidak ingin laga sampai berlanjut babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Maklum saja, Johan Alfarizi cs punya pengalaman buruk soal adu penalti.

Bacaan Lainnya

Pada tahun lalu, Arema dua kali gagal memenangkan babak adu penalti. Pertama, pada laga leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman, 17 Januari 2016. Bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Arema kalah adu penalti saat melawan Mitra Kukar.

Arema kembali mengalami hasil mengecewakan yakni di babak semifinal Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang memakai format trofeo. Saat melawan Madura United, Arema kalah adu penalti 1-4.

Sebaliknya, track record PBFC untuk urusan adu penalti terbilang bagus. Bahkan, di Piala Presiden 2017 ini, mereka sudah dua kali melalui drama adu penalti. Dan dua-duanya berhasil mereka menangkan.

Kemenangan adu penalti pertama terjadi saat menghadapi Madura United di babak 8-besar yang digelar di Stadion Manahan, Solo, 26 Februari lalu. Lima eksekutor PBFC yakni Yamashita Kunihiro, Tamsil Sijaya, Michael Orah, Fandi Achmad, dan Dirkir Kohn Glay berhasil menyelesaikan tugasnya. Sementara penendang terakhir Madura United, Fachruddin, gagal.

Hasil yang mirip kembali mereka raih saat menghadapi Persib Bandung pada leg kedua semifinal Piala Presiden, di Stadion Si Jalak Harupat, 5 Maret lalu. Lima eksekutor PBFC yaitu Yamashita Kunihiro, Tamsil, Reinaldo Elias da Costa, Fandi Achmad, dan Dirkir berhasil menjebol gawang I Made Wirawan. Sedangkan, penendang terakhir Persib, Kim Jeffrey Kurniawan, gagal.

Pelatih Arema, Aji Santoso tahu betul track record PBFC untuk urusan adu penalti. “Saya berharap jangan sampai adu penalti,” beber pria yang juga pendiri Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) itu seperti dilansir Radar Malang.

Arema ingin menang di waktu normal dengan mencetak gol cantik. “Tapi, kalaupun harus adu penalti, kami sudah siap. Intinya, kami harus siap apakah 90 menit atau adu penalti,” imbuh Aji.

Berbeda dengan Aji, pelatih PBFC, Ricky Nelson justru terlihat lebih senang bila pemenang partai final harus ditentukan lewat adu penalti. “Saya sudah siapkan semuanya,” ungkapnya.

(c4/muf/epr/JPG/PE)

Pos terkait