Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menggandeng TNI Polri dalam menggenjot peningkatan produksi perikanan melalui budidaya tambak di daerah.
“Beberapa waktu lalu, ketika Panglima TNI berkunjung ke Palu dan bertemu langsung gubernur Sulteng, Panglima meminta untuk memanfaatkan SDM TNI melalui program ABRI masuk desa,” kata Asisten Bidang Kesra Setdaprov Sulteng Ir Faisal Mang ketika membuka Pelatihan Budidaya Udang Vannamei Secara Semi Intensif Kerjasama TNI dan Polri, Rabu (30/11/2022), di Aula DKP Sulteng.
Baca juga: DKP Sulteng Rancang Skema Program Pemberian Bantuan Pengentasan Kemiskinan di 2022
Pelatihan yang dihadiri Danrem 132 Tadulako yang diwakili oleh Kasiter Kasrem 132 Tadulako, Kolonel Infantri Fifi Zudi Syaifuddin, S.Pd dan Direktur Polairud atau yang mewakili AKBP Ridwan, diikuti puluhan personel TNI Polri.

Pelatihan Budidaya Udang Vannamei Secara Semi Intensif Kerjasama DKP Sulteng dengan TNI Polri, Rabu (30/11/2022), di Aula DKP Sulteng. Foto: Abidin/PE
Faisal mengatakan, melalui pelatihan budidaya udang Vannamei secara semi intensif ini merupakan salah satu upaya Pemprov Sulteng Gandeng TNI Polri, sekaligus mengenalkan kepada personel tentang teknologi budidaya udang Vannamei sebelum turun ke masyarakat saat melaksanakan program ABRI Masuk Desa.
“Jadi sebelum turun ke lapangan, sudah menguasai teknologinya atau saat purna tugas nantinya dan ada yang tertarik mengembangkan budidaya Vannemei ini, sudah tidak kesulitan lagi karena sudah menguasasi teknologinya,” kata Faisal Mang.
Sehingga menurut Faisal, keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu pemerintah mengelola potensi sektor yang cukup banyak memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Tengah ini, bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.
“Berdasarkan data yang ada, terdapat 155.544 orang yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, pembudidaya, pengolah pemasar produk perikanan serta petambak garam,” ujarnya.
Sehingga, sangat disayangkan katanya, Sulteng yang sangat kaya akan potensi kelautan dan perikanan, kemudian potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal. Sulteng menurutnya, memiliki panjang garis pantai 6.841,86 kilometer, terdiri dari 1.572 pulau, serta memiliki perairan laut berdasarkan kewenangan seluas 7,4 juta hektare.
Dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar di provinsi ini ternyata perikanan dianggap oleh sebagian masyarakat kita cukup menjanjikan bagi pemenuhan kebutuhan mereka.
Sementara Kepala DKP Sulteng Arif Latjuba mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan inisiasi dari Gubernur H. Rusdy Mastura dalam upaya Pemprov Sulteng gandeng TNI Polri, untuk menggenjot produktivitas dan peningkatan fiskal Sulawesi Tengah. Keterlibatan TNI AD dan Polri dalam hal ini kata Arif, adalah untuk membantu Pemda Sulawesi Tengah dalam upaya pendampingan- pendampingan di masyarakat.
Seperti diketahui katanya, TNI AD dan Polri memiliki sumberdaya manusia yang melimpah, dan dapat menjadi pendamping di masyarakat. Dan, untuk itulah maka para personel TNI AD dan Polri perlu diberikan sarana pelatihan agar mampu menjadi pendamping di masyarakat. Selain itu dengan adanya pelatihan ini, personel yang dilatih bila memasuki masa purna tugas dapat menjadi bekal ilmu dan pengalaman dikemudian hari. (bid/paluekspres)






