Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Kasihan Banget, Gadis12 Tahun Diperkosa Berturut-turut Empat Malam

SAMARINDA, PE – Wajah Cinderela (bukan nama sebenarnya) penuh rasa takut. Sorot mata tajam ketika melihat seseorang yang tak dikenal berada di dekatnya. Beban memang begitu berat ditanggung bocah 12 tahun ini. Betapa tidak, pada usia belia, dia jadi korban kebiadaban sejumlah pria. Kini warga Samarinda Seberang itu masih trauma.

Saat memberikan keterangan di hadapan penyidik di Mapolresta Samarinda, sorot matanya tidak beraturan. Korban yang belum lama menginjakkan kakinya di Kota Tepian itu jadi korban pemerkosaan di empat lokasi dalam empat hari berturut-turut. Disekap dan dipaksa meladeni tindakan tak senonoh sekelompok orang, Cinderela tak mampu melawan. Pria yang dihadapi lebih besar dari dirinya. Mencoba meronta dan meminta pertolongan, sayang, teriakan gadis belia 12 tahun itu tak ada yang mendengar.

Berdasarkan penuturan orangtua korban, AR (38), dirinya menduga, ada kejanggalan pada anaknya. “Tiba-tiba menghilang,” ujar pria berbadan gempal itu. Empat hari menghilang tanpa kabar, Cinderela lantas ditemukan tak jauh dari kediamannya. Dari sana, perempuan yang berencana melanjutkan pendidikan di ibu kota Kaltim itu akhirnya bercerita. AR yang mendengar anaknya sebagai korban tindakan kekerasan seksual naik pitam. Mengajak rekannya yang lain, AR lantas menemukan satu pelaku. Diselimuti amarah yang luar biasa, pelaku berinisial NT itu sempat jadi bulan-bulanan keluarga korban hingga akhirnya sempat diamankan ke Polsekta Samarinda Seberang.

Setelah satu terduga pelaku diamankan, AR sempat mengeluh atas tindakan pemerintah yang dianggap lamban menangani permasalahan yang menyangkut anaknya tersebut. Karena sebelum perkaranya dilaporkan ke polisi, Cinderela sempat dibawa ke rumah aman oleh lembaga pemerintahan yang menangani permasalahan perempuan dan anak. “Padahal, pelaku itu berkeliaran terus dan dari perwakilan lembaga sendiri yang meminta untuk penyelesaiannya diambil alih,” ungkap AR. Nah selanjutnya, AR lebih memercayakan perkara tersebut kepada polisi setelah melaporkan secara resmi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polresta Samarinda, Selasa (14/3).

Selanjutnya, pelaku berinisial NT itu dibawa ke Polresta Samarinda. Berdasarkan cerita Cinderela kepada orangtuanya, dirinya disetubuhi di empat lokasi berbeda. Di daerah Palaran, Jalan Bung Tomo, Jalan Cipto Mangunkusumo, dan kawasan Loa Janan. “Kabarnya bahkan sampai anak saya itu sempat ditawarkan ke rekan-rekan pelaku yang lain dengan cara membayar, artinya anak saya diperdagangkan,” ucap AR dengan nada tegas. Dia berharap, polisi bisa kerja maksimal untuk bisa membekuk semua pelaku yang sudah merenggut kehormatan Cinderela.

Terpisah, Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Samarinda, Aji Suwignyo, menyayangkan kejadian yang terus menimpa bocah-bocah perempuan di ibu kota Kaltim ini. “Kalau dari keterangan korban ada 11 orang, tapi karena trauma, pelan-pelan kita cari tahu apakah ada pelaku lain,” ujar Aji. Dari mulut Aji, jika Cinderela juga dijanjikan pekerjaan. Sementara itu, belum ada pihak kepolisian yang berkomentar terkait kasus tersebut lantaran masih mengejar pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang oleh aparat berseragam cokelat itu.

(*/dra/far/k8)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital