Selasa, 19 Mei 2026
Palu  

Hari Bahasa Ibu Internasional, Balai Bahasa Sulteng Gelar Lomba Berbasis Bahasa Daerah

Salah seorang peserta Lomba mendongeng menggunakan bahasa daerah pada lomba yang digelar Balai Bahasa Sulteng, Selasa (21/2/2023). Foto: Istimewa

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan acara Peringatan Bahasa Ibu Internasional dalam rangka merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari.

UNESCO menetapkan Hari Bahasa Ibu Internasional berdasarkan perjuangan berdarah bangsa Bangladesh dalam mempertahankan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara pada 21 Februari 1952.

Diharapkan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi dan mewariskan bahasa daerah kepada generasi penerus.

Baca juga : Lomba Penulisan Cerpen, Kepala Balai Bahasa Sulteng: Upaya Mencari Bibit Unggul Penulis

Di Kota Palu, acara peringatan berlangsung di Kantor Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (21/2/2023). Acara ini diikuti oleh pelajar SD dan SMP se-Kota Palu beserta guru pendamping.

Dalam acara yang mengusung tema Generasi Muda Bangga Berbahasa Daerah ini, para pelajar berkompetisi dalam lomba mendongeng dan berpidato menggunakan bahasa daerah. Juri terdiri dari dua dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah yakni Nurmiah, S.S., M.Pd. dan Songgo, S.S., M.Pd. tiga dari pakar bahasa Dr. Ulinsa, Mukrim, M.Ed., Ph.D. dan Masudin Radjamaulu, S.ST., M.Kes. serta pendongeng Muhamad Indrid, S.Pd.

Baca juga : Festival Musikalisasi 2021: SMA Alzhar Mandiri Palu Kembali Ukir Prestasi

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asrif, M.Hum saat membuka acara secara resmi mengapresiasi animo pelajar mengikuti lomba.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kemampuan adik-adik dalam menjaga dan menggunakan bahasa daerah,” kata Dr. Asrif, Selasa (19/2/2023).

Menurutnya, para peserta yang mengikuti lomba telah menunjukkan bahwa mereka tetap mencintai bahasa daerah, kebudayaan, dan suku masing-masing.

Kepala Balai Bahasa juga mengapresiasi upaya guru pendamping dalam menjaga dan mengajarkan bahasa daerah kepada generasi muda.

“Menjaga bahasa berarti menjaga ikatan sosial, menjaga ratusan budaya di dalam bahasa itu, pengetahuan lokal, tradisi, adat istiadat, dan sebagainya. Untuk itu, tetap jadikan rumah sebagai pusat pembelajaran bahasa, guna bahasa secara aktif. Dengan begitu anak-anak akan belajar secara langsung,” ujarnya. (bid/paluekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Eksplorasi Ritme Permainan Berbasis Data Real-Time Menghadirkan Perspektif Segar dalam Dunia Gaming Interaktif
Evaluasi Matematis Pola Distribusi Simbol Mahjong Ways Dalam Ekosistem Kombinasi Dengan Variasi Nonlinier
Investigasi Pola Adaptif Grid Mahjong Ways Dalam Menghasilkan Distribusi Simbol Dengan Struktur Variatif
Studi Komputasional Dinamika Interaksi Reel Mahjong Ways 3 Menggunakan Kerangka Sistem Stokastik Berkelanjutan
Adopsi Teknologi Machine Learning Menghadirkan Tren Baru dalam Pengembangan Sistem Game Interaktif Modern
Inovasi Visual dan Algoritma Dinamis Menghadirkan Dimensi Pengalaman Baru pada Platform Gaming Masa Kini
Kajian Probabilistik Ragam Kombinasi Mahjong Ways 2 Menggunakan Model Distribusi Interaktif Multilevel
Metode Statistik Adaptif Kini Menjadi Kunci Memahami Pergeseran Ekosistem Game Digital Modern
Evolusi Sistem Interaktif Masa Kini Membentuk Cara Baru Pengguna Memahami Dinamika Digital Harian
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern