Minggu, 5 April 2026

Arti Masjid Bagi Umat Islam Sejak Jaman Rasulullah Hingga Saat ini

Arti Masjid Bagi Umat Islam Sejak Jaman Rasulullah Hingga Saat ini
Arti Masjid Bagi Umat Islam Sejak Jaman Rasulullah Hingga Saat ini. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ketika meresmikan Masjid Istiqlal Osaka (MIO), di Osaka Jepang, Senin (06/03/2023)/ Foto: BPMI/ Setwapres

Arti masjid bagi umat Islam sejak jaman Rasulullah hingga saat ini. Sejak zaman Rasulullah SAW, peran masjid sangat krusial bagi umat. Masjid, selain dipergunakan untuk salat, berdzikir dan beri’tikaf, juga dipergunakan untuk kepentingan ekonomi dan sosial-budaya bagi umat.

Agama Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW dengan konsep  rahmatan Llil ‘Aalamin, yakni Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, ini bermakna bahwa Islam cinta perdamaian, tidak hanya terhadap umat muslim saja melainkan untuk semua makhluk yang berada di muka bumi ini.

Untuk itu, masjid yang merupakan tempat ibadah muslim diharapkan mampu mengangkat citra wajah Islam sebenarnya.

Mengikuti jejak Rasulullah tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Istiqlal Osaka, Jepang untuk mengelola masjid tersebut secara profesional.

“Saya titip pesan kepada seluruh DKM Masjid Istiqlal Osaka dan badan pengelola, agar menjaga Masjid Istiqlal ini dikelola secara profesional, sehingga tetap indah, bersih, dan makmur, demi kepentingan peribadatan dan kesejahteraan umat.”

“Saya juga harapkan MIO dapat menjadi etalase citra dan wajah Islam yang sebenarnya, yang menyejukkan, toleran, maju dan damai. ”

Demikian sambutan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ketika meresmikan Masjid Istiqlal Osaka (MIO), di Osaka Jepang, Senin (06/03/2023).

Lalu seiring waktu, arti masjid bagi umat Islam semakin berkembang. Menurut Wapres fungsi masjid juga semakin berkembang di dunia modern saat ini, sehingga diharapkan mampu membumikan konsep ekonomi dan keuangan syariah yang merupakan salah satu prioritas kerja pemerintah. 

“Saya mengharapkan masjid menjadi tempat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik dalam mengembangkan konsep maupun praktiknya,” imbaunya.

Salah satu arti masjid bagi umat Islam saat ini adalah fungsi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, maka Wapres menyambut baik  rencana MIO untuk membangun madrasah dan klinik, selain menjadikan MIO sebagai pusat dakwah di Jepang. 

“Sehingga MIO tidak hanya megah secara fisik, tetapi turut menjadi pusat kemajuan peradaban Islam,” tegasnya.

MIO Mengukir Sejarah Bagi Umat Islam Indonesia Sebagai Masjid Pertama dan Terbesar di Jepang

Wapres menunjukkan apresiasi dan kebanggaannya atas dibangunnya masjid pertama dan terbesar di Jepang ini.  

“Alhamdulillah, saya sungguh berbahagia menyaksikan Masjid Istiqlal Osaka, sebagai masjid kebanggaan kita semua, masjid pertama dan terbesar di Jepang yang dibangun oleh masyarakat Indonesia,” puji Wapres.

“Saya mengapresiasi sumbangan pemikiran, material, maupun tenaga untuk mempromosikan kepentingan umat Islam di daerah Kansai ini,” tambahnya.

Dengan dibangunnya MIO ini, Wapres menuturkan, akan menjadi jejak Islam dalam mengukir sejarah bagi masyarakat muslim di Osaka.

“Kita patut bersyukur karena masjid MIO dapat berdiri di pusat kota Osaka dengan lokasi di daerah premium kota dan mampu menampung hingga 1500 jamaah,” imbaunya.

Tak lupa Wapres mengapresiasi kepada Pemerintah Jepang atas dukungan bagi masyarakat Indonesia dalam membangun masjid.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Jepang, khususnya Gubernur Osaka, yang telah memberikan dukungan atas pendirian masjid ini,” ucap Wapres.

Masjid Pertama dan Terbesar di Jepang Semula Toko Sepatu

Imam Masjid Istiqlal Osaka (MIO) Ustaz Rizal melaporkan bahwa masjid ini semula adalah toko sepatu yang dibeli umat Islam di Osaka. Kini masjid itu  telah digunakan untuk salat 5 waktu, salat Jumat, salat idul fitri dan idul adha, kegiatan pengajian, serta  Taman Pendidikan Al-Qur’an dengan jumlah santri aktif sebanyak 80 orang.

Selain itu, Ustaz Rizal menambahkan, masjid yang semula adalah toko sepatu itu dapat menampung 1600 jamaah ini juga digunakan sebagai muallaf center.

“Alhamdulillah sudah ada kurang lebih 21 orang-orang Jepang yang sudah mengucapkan syahadat di Masjid Istiqlal Osaka ini,” ungkapnya.

Sebagai upaya mendukung pemberdayaan ekonomi umat, Ustaz Rizal mengungkapkan bahwa Pengurus Masjid juga telah membangun MIO  Halal Mart.

“Sehingga memudahkan masyarakat muslim di Jepang untuk mendapatkan makanan halal,” imbuhnya.

Sementara, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi mengungkapkan bahwa kehadiran Wapres ke Osaka untuk meresmikan MIO sepadan dengan upaya masyarakat muslim Indonesia, khususnya yang tinggal di Osaka, dalam membangun MIO.

 “Tidak hanya berhasil membeli atau mengupayakan pembangunan masjid ini, tetapi juga menginspirasi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Usai meresmikan MIO, Wapres melakukan penandatanganan prasasti Masjid Istiqlal Osaka, meninjau MIO Halal Mart, dan membuka tirai papan nama Masjid di halaman muka MIO.

Selain Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, mendampingi Wapres dalam kunker kali ini, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler/Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah, Masduki Baidlowi, dan Zumrotul Mukaffa,Tim Ahli Wakil Presiden Farhat Brachma, serta Plt. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Taufik Hidayat (aaa/PaluEkspres)