Minggu, 5 April 2026

TMS Hasil Verifikasi Dukungan, Dua Bacalon DPD dari Sulteng Diberi Kesempatan Upload Data ke SILON

TMS Hasil Verifikasi Dukungan, Dua Bacalon DPD dari Sulteng Diberi Kesempatan Upload Data ke SILON
Ketua Bawaslu Sulteng Jamrin memimpin sidang sengketa antara dua Bacalon anggota DPD dengan KPU Sulteng, Jumat (31/3/2023). Foto: Humas Bawaslu Sulteng

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) baru saja menyelesaikan dua perkara penyelesaian sengketa proses Pemilu antara KPU Sulteng dengan dua pemohon yang merupakan bakal calon anggota DPD yaitu Mugira dan Farhat Abbas.

Lewat mediasi yang difasilitasi oleh Bawaslu Sulteng, telah terjadi kesepakatan yaitu memberikan waktu kepada Mugira dan Farhat Abbas selaku pemohon untuk mengupload kembali data dukungan yang belum sempat terupload, Jumat (31/03/2023).

Baca juga : 13 Bakal Calon Anggota DPD di Sulteng Belum Memenuhi Syarat

Dalam kesempatan itu, Anggota Bawaslu Sulteng Rasyidi Bakry dan Darmiati membacakan hasil terjadinya kesepakatan mediasi dari masing-masing perkara. Dalam isi kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara mediasi, sepakat memberikan waktu 3×24 jam kepada masing-masing dari pemohon untuk mengupload kembali data dukung minimal pemilih yang tidak sempat terupload sesuai dengan jumlah dukungan pada lampiran F1 SILON.

Sementara itu KPU sebaga pihak termohon dalam dua perkara tersebut diminta siap menerima kedua pemohon di kantornya untuk mengupload data dukung minimal pemilih yang belum terupload.

Lewat putusan mediasi, Bawaslu Sulteng memerintahkan kepada para pihak untuk melaksanakan isi kesepakatan dan memerintahkan kepada KPU Sulteng untuk melaksanakan putusan tersebut paling lama tiga hari kerja terhitung sejak putusan ini dibacakan.

Sebelumnya, Bawaslu Sulteng menerima dua permohonan penyelesaian sengketa proses Pemilu yang diajukan oleh dua bakal calon anggota DPD atas nama Farhat Abbas dengan nomor registrasi: 001/PS.REG/III/2023 dan Mugira dengan nomor registrasi: 002/PS.REG/III/2023.

Keduanya mengajukan permohonan penyelesaian sengketa proses Pemilu kepada KPU Sulteng sebagai pihak termohon, usai ditetapkan tidak memenuhi syarat dalam rapat rekapitulasi hasil verifikasi administrasi dukungan minimal pemilih perbaikan kedua bakal calon anggota DPD Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Maret 2023.

Terhadap permohonan penyeleseian sengketa proses ini, Bawaslu Sulteng meregistrasi permohonan tersebut, kemudian mengundang para pihak untuk duduk bersama membahas perkara tersebut pada tanggal 30 Maret 2023 di kantor Bawaslu Sulteng.

Dua perkara yang dimediasi oleh Bawaslu Sulteng tersebut masing-masing menghasilkan kesepakatan. Dan pada tanggal 31 Maret 2023 isi kesepakatan mediasi dibacakan oleh anggota Bawaslu Sulteng, Darmiati dan Rasyidi Bakry dan putusan mediasi dibacakan oleh ketua Bawaslu Sulteng Jamrin. (bid/paluekspres)