Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

Pembelajaran Online Untuk Kemandirian Belajar

Melvina. Foto: Istimewa

Oleh Melvina (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Sumatera Barat)

Covid-19 yang pernah mewabah tidak sepenuhnya memberikan dampak negatif pada masyarakat. Ada perubahan-perubahan konstruktif yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi. Di mana Covid-19 telah memaksa sebagian besar perguruan tinggi untuk melakukan transisi dari pengajaran tatap muka ke online. Pembelajaran yang diyakini dapat mengembangkan otonomi pembelajar (Learner Autonomy) di kelas.

Seiring dengan itu, proses revolusi industri juga membawa perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk menjawab tuntutan era 4.0, maka cara mengajar perlu disesuaikan dengan sifat pembelajaran yang terus berubah. Di mana dosen tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor atau fasilitator. Secara khusus, Education 4.0 mengharuskan dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan lebih banyak alat teknologi digital dalam pembelajaran.  Pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas e-learning menjadi salah satu pilihan.

Sebenarnya, pelaksanaan pembelajaran dengan online sudah ada digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jauh sebelum pandemi Covid-19. Seperti ditegaskan oleh Nadim Makarim pentingnya menerapkan pembelajaran mandiri. Melalui pembelajaran mandiri, mahasiswa dituntut untuk melek teknologi, kreatif, dan mampu melakukan inovasi yang bertujuan mempersiapkan generasi milenial masa depan untuk siap menghadapi tantangan globalisasi.

Terkait dengan hal ini, maka kemandirian pembelajar di perguruan tinggi menjadi keharusan. Melalui pembelajaran online, diharapkan mahasiswa dapat lebih mandiri daripada pembelajaran tatap muka. Karena proses pembelajaran online menggunakan internet, dan kegiatan belajar lebih sering dikerjakan secara mandiri. Konsekwensinya, mahasiswa dituntut untuk bisa mengelola pembelajarannya sendiri.  Pembelajar mandiri (autonomous learners) yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan pembelajaran (self-management of learning) secara mandiri, seperti menetapkan tujuan, membuat perencanaan, memonitor proses belajar, dan mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dosen untuk meningkatkan kemandirian pembelajar di kelas. Pertama, melibatkan peserta didik dalam proses pengambilan keputusan, memilih tujuan yang paling sesuai dengan minat dan tingkat kemahiran mereka. Kedua, menetapkan tujuan kontekstual dan jelas bagi peserta didik, dan membantu mereka untuk mengevaluasi tujuan kontekstual mereka. Ketiga, mengajarkan peserta didik untuk mengidentifikasi dan memaksimalkan strategi pembelajaran yang mereka sukai. keempat, meningkatkan motivasi pembelajar secara intrinsik dan ekstrinsik. Kelima, mengadopsi teknologi yang sesuai dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

Teknologi harus bisa dimaksimalkan sebagai alat penting dalam proses pendidikan. Teknologi dapat menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik dan membantu mahasiswa mendapatkan hasil yang lebih baik. Serta membantu meningkatkan kemandirian mahasiwa dalam belajar lebih baik lagi.

Pembelajaran online yang sekarang ini banyak diimplementasikan di perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa menjadi mandiri dan bertanggung jawab dalam belajar dan menyiapkan mahasiswa mampu menjawab tantangan Education 4.0. Mahasiswa nantinya akan mampu menetapkan tujuan dan rencana belajar mereka, memilih strategi dalam belajar bahasa, mengetahui apa, kapan, mengapa, bagaimana dan dimana untuk belajar, dan mengevaluasi sendiri pembelajaran mereka. Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu pemahaman yang jelas mengenai isu tentang bagaimana pembelajaran online dapat membantu proses kemandirian mahasiswa di kelas. 

Selain itu, pembelajaran online memberikan pengalaman baru dan menarik dalam pembelajaran bagi mahasiswanya yang beragam, memberikan kesempatan pendidikan yang inovatif bagi mahasiswa yang memiliki masalah manajemen waktu dalam strategi pembelajaran mereka, dengan kecemasan rendah, dan keberhasilan pemecahan masalah yang tinggi, mengembangkan pembelajaran metakognitif, reflektif, dan kolaboratif.

Pembelajaran online dapat menjadikan proses belajar mengajar lebih berpusat pada mahasiswa. Di mana mereka dapat belajar kapan saja, dan dimana saja, menjadwalkan atau merencanakan waktu mereka dalam menyelesaikan tugas, meningkatkan potensi belajar mereka dan mengembangkan keterampilan baru untuk masa depan. Artinya pembelajaran online memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa secara mandiri dan lebih fleksibel.

Namun, menerapkan pembelajaran online tidaklah semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan keahlian untuk menjalankannya dengan lancar dan efektif. Karenanya, untuk melaksanakan pembelajaran online, perguruan tinggi atau universitas harus mampu menyiapkan segala yang dapat menunjang kelancaran proses belajar online.

Beberapa kendala yang sering muncul dalam pembelajaran online adalah masih adanya dosen yang masih belum paham bagaimana cara menjalankan aplikasi pembelajaran dan kurang stabilnya koneksi internet yang digunakan. Di samping itu permasalahan lainnya yang sering muncul adalah masalah instalasi, masalah audio dan video yang kurang jelas. Bahkan terkadang mahasiswa menganggap proses pembelajaran online itu membosankan dan tidak menarik. Karena mereka memiliki banyak waktu dan fleksibilitas, mereka sulit menemukan waktu untuk belajar atau menyelesaikan tugas.

Pada aspek dosen, beberapa masalah umum yang dihadapi dosen saat menggunakan pembelajaran online adalah kurangnya waktu untuk menyiapkan materi, kurangnya pengembangan profesional yang memadai terkait teknologi, fasilitas yang terbatas, dan kurangnya dukungan teknis. Selanjutnya kurangnya waktu untuk mengembangkan kemampuan mengenali dan memahami perangkat pembelajaran online adalah hambatan yang paling signifikan. Begitu juga dengan infrastruktur dan teknologi yang belum memadai.

Oleh sebab itu, pembelajaran online dimaksudkan untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menjawab tantangan Industri 4.0 secara kompetitif dan inovatif. Sehingga dengan mengimplementasikan pembelajaran online ini, diharapkan mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri. Terbiasa mandiri dalam belajar, lebih menikmati pelajaran dan merasa lebih nyaman daripada saat diajarkan dengan cara tatap muka.  Semoga saja ini bisa diwujudkan. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia