Rabu, 2 September 2026
Opini  

Pembelajaran Online Untuk Kemandirian Belajar

Melvina. Foto: Istimewa

Oleh Melvina (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Sumatera Barat)

Covid-19 yang pernah mewabah tidak sepenuhnya memberikan dampak negatif pada masyarakat. Ada perubahan-perubahan konstruktif yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi. Di mana Covid-19 telah memaksa sebagian besar perguruan tinggi untuk melakukan transisi dari pengajaran tatap muka ke online. Pembelajaran yang diyakini dapat mengembangkan otonomi pembelajar (Learner Autonomy) di kelas.

Seiring dengan itu, proses revolusi industri juga membawa perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk menjawab tuntutan era 4.0, maka cara mengajar perlu disesuaikan dengan sifat pembelajaran yang terus berubah. Di mana dosen tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor atau fasilitator. Secara khusus, Education 4.0 mengharuskan dosen dan mahasiswa untuk memanfaatkan lebih banyak alat teknologi digital dalam pembelajaran.  Pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas e-learning menjadi salah satu pilihan.

Sebenarnya, pelaksanaan pembelajaran dengan online sudah ada digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jauh sebelum pandemi Covid-19. Seperti ditegaskan oleh Nadim Makarim pentingnya menerapkan pembelajaran mandiri. Melalui pembelajaran mandiri, mahasiswa dituntut untuk melek teknologi, kreatif, dan mampu melakukan inovasi yang bertujuan mempersiapkan generasi milenial masa depan untuk siap menghadapi tantangan globalisasi.

Terkait dengan hal ini, maka kemandirian pembelajar di perguruan tinggi menjadi keharusan. Melalui pembelajaran online, diharapkan mahasiswa dapat lebih mandiri daripada pembelajaran tatap muka. Karena proses pembelajaran online menggunakan internet, dan kegiatan belajar lebih sering dikerjakan secara mandiri. Konsekwensinya, mahasiswa dituntut untuk bisa mengelola pembelajarannya sendiri.  Pembelajar mandiri (autonomous learners) yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan pembelajaran (self-management of learning) secara mandiri, seperti menetapkan tujuan, membuat perencanaan, memonitor proses belajar, dan mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dosen untuk meningkatkan kemandirian pembelajar di kelas. Pertama, melibatkan peserta didik dalam proses pengambilan keputusan, memilih tujuan yang paling sesuai dengan minat dan tingkat kemahiran mereka. Kedua, menetapkan tujuan kontekstual dan jelas bagi peserta didik, dan membantu mereka untuk mengevaluasi tujuan kontekstual mereka. Ketiga, mengajarkan peserta didik untuk mengidentifikasi dan memaksimalkan strategi pembelajaran yang mereka sukai. keempat, meningkatkan motivasi pembelajar secara intrinsik dan ekstrinsik. Kelima, mengadopsi teknologi yang sesuai dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

Teknologi harus bisa dimaksimalkan sebagai alat penting dalam proses pendidikan. Teknologi dapat menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik dan membantu mahasiswa mendapatkan hasil yang lebih baik. Serta membantu meningkatkan kemandirian mahasiwa dalam belajar lebih baik lagi.

Pembelajaran online yang sekarang ini banyak diimplementasikan di perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa menjadi mandiri dan bertanggung jawab dalam belajar dan menyiapkan mahasiswa mampu menjawab tantangan Education 4.0. Mahasiswa nantinya akan mampu menetapkan tujuan dan rencana belajar mereka, memilih strategi dalam belajar bahasa, mengetahui apa, kapan, mengapa, bagaimana dan dimana untuk belajar, dan mengevaluasi sendiri pembelajaran mereka. Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu pemahaman yang jelas mengenai isu tentang bagaimana pembelajaran online dapat membantu proses kemandirian mahasiswa di kelas. 

Selain itu, pembelajaran online memberikan pengalaman baru dan menarik dalam pembelajaran bagi mahasiswanya yang beragam, memberikan kesempatan pendidikan yang inovatif bagi mahasiswa yang memiliki masalah manajemen waktu dalam strategi pembelajaran mereka, dengan kecemasan rendah, dan keberhasilan pemecahan masalah yang tinggi, mengembangkan pembelajaran metakognitif, reflektif, dan kolaboratif.

Pembelajaran online dapat menjadikan proses belajar mengajar lebih berpusat pada mahasiswa. Di mana mereka dapat belajar kapan saja, dan dimana saja, menjadwalkan atau merencanakan waktu mereka dalam menyelesaikan tugas, meningkatkan potensi belajar mereka dan mengembangkan keterampilan baru untuk masa depan. Artinya pembelajaran online memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa secara mandiri dan lebih fleksibel.

Namun, menerapkan pembelajaran online tidaklah semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan keahlian untuk menjalankannya dengan lancar dan efektif. Karenanya, untuk melaksanakan pembelajaran online, perguruan tinggi atau universitas harus mampu menyiapkan segala yang dapat menunjang kelancaran proses belajar online.

Beberapa kendala yang sering muncul dalam pembelajaran online adalah masih adanya dosen yang masih belum paham bagaimana cara menjalankan aplikasi pembelajaran dan kurang stabilnya koneksi internet yang digunakan. Di samping itu permasalahan lainnya yang sering muncul adalah masalah instalasi, masalah audio dan video yang kurang jelas. Bahkan terkadang mahasiswa menganggap proses pembelajaran online itu membosankan dan tidak menarik. Karena mereka memiliki banyak waktu dan fleksibilitas, mereka sulit menemukan waktu untuk belajar atau menyelesaikan tugas.

Pada aspek dosen, beberapa masalah umum yang dihadapi dosen saat menggunakan pembelajaran online adalah kurangnya waktu untuk menyiapkan materi, kurangnya pengembangan profesional yang memadai terkait teknologi, fasilitas yang terbatas, dan kurangnya dukungan teknis. Selanjutnya kurangnya waktu untuk mengembangkan kemampuan mengenali dan memahami perangkat pembelajaran online adalah hambatan yang paling signifikan. Begitu juga dengan infrastruktur dan teknologi yang belum memadai.

Oleh sebab itu, pembelajaran online dimaksudkan untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menjawab tantangan Industri 4.0 secara kompetitif dan inovatif. Sehingga dengan mengimplementasikan pembelajaran online ini, diharapkan mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri. Terbiasa mandiri dalam belajar, lebih menikmati pelajaran dan merasa lebih nyaman daripada saat diajarkan dengan cara tatap muka.  Semoga saja ini bisa diwujudkan. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam