Senin, 28 September 2026
Daerah  

ADD 26 Desa Dibayarkan Tahun Ini

POSO, PE – Persoalan dana Alokasi Dana Desa (ADD) tahap dua tahun anggaran 2016 yang belum dibayarkan kepada 26 desa, akan dibayarkan pada tahun 2017 ini.

Hal itu sesuai  hasil keputusan hearing tertutup di ruangan sidang Utama DPRD Poso, Jumat 16 Maret.

Dalam hearing itu antara pihak eksekutif dengan DPRD dihadiri Wakil Bupati Poso, T. Samsuri, mantan Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Yunirson Penyami dan staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Poso, Jefri Gaibu.  Hasil putusan tertutup 26 Desa akan dibayarkan pada dana APBD anggaran perubahan 2017.

Wakil Bupati Poso, T. Samsuri yang ditemui usai hearing tertutup, mengatakan idealnya pembayaran ADD tahap dua untuk 26 desa itu, pada APBD perubahan  2017.

Untuk membayarkan pada perubahan anggaran 2017, pihak eksekutif secepatnya akan melakukan perhitungan anggaran ADD 2016. Samsuri mengakui jumlah anggaran dana ADD yang belum dibayarkan pada  26 desa itu, sejumlah Rp5 milar.

“Idelanya harus dibayarkan pada APBD anggaran perubahan tahun 2017, nah makanya kita secepatnya membuat perhitungan 2016, setelah kita melakukan perhitungan, baru kita melakukan perubahan 2017, hanya Rp5 miliar untuk 26 desa,” jelas Samsuri..

Menurut Samsuri, penyebab belum terbayarkan dana ADD 26 desa tersebut, yakni lambatnya turun  dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi dan Pusat senilai Rp17 miliar lebih ke Pemda Poso. selain itu juga dana pendapatan asli daerah (PAD) Poso yang hanya terealisasi sekitar 60 persen.

Samsuri menambahkan, lambatnya turun dana bagi hasil dari propinsi dan pusat telah biasa terjadi setiap tahun.

Ketua DPRD Poso, Elen Ester Pelealu, yang dihubungi terpisah, membenarkan pernyataan Wakil Bupati Poso. Menurutnya, dari hasil pertemuan tadi (hearing, Red), memutuskan harus dibayarkan pada anggaran perubahan 2017, namun pihak DPRD berupaya jika bisa  dibayarkan tanpa menununggu lagi pada anggaran perubahan 2017.

Namun, untuk membayarkan secepat itu, menurut Elen, harus ada aturan pendukung yang dijadikan payung hukum.

“Keputusannya itu, dibayarakan pada anggaran perubahan 2017, memang tadi ada juga yang usul agar dibayarkan secepatnya tanpa menunggu perubahan anggaran, tapi harus ada payung hukumnya,” imbuh Elen.

Kata Elen, ada tiga penyebab belum terbayarkan dana ADD di 26 desa itu, yakni dana bagi hasil dari pusat senilai Rp17 Miliar  belum turun pada tahun 2016, dan dana bagi hasil Propinsi belum turun serta dana PAD yang tidak terealisasi. Kata Ellen secara hirarki pihak wakil rakyat terus mencari solusi untuk membayarkan dana ADD kepada 26 desa itu.

“Kami siap kapan pun, untuk duduk bersama mencari solusi 26 desa itu, sebab kami tidak mau berlarut penderitaan 26 desa itu, kan cuma Rp5 milar juga,” akunya.

Sebelumnya, pada Kamis 15 Maret 2017, pihak dewan melakukan hearing terhadap 26 desa yang belum terbayarkan dana ADD di gedung DPRD Poso. Dalam hearing itu, sejumlah Kepala Desa mengatakan akibat lambatnya pembayaran dana itu, telah berhutang kepada pihak ketiga yang telah bekerja melakukan fisik di desa.

Keputusan terakhir pada saat itu anggota dewan meminta agar dilakukan hearing terhadap pihak eksekutif.

(fer/Palu Ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam