oleh

Mendikbud Minta Pemprov Sulteng Konsisten soal Anak Putus Sekolah

PALU, PE – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendi meminta Pemprov Sulteng konsisten merealisasikan gerakan anak kembali sekolah (GAKS) 1000 anak harapan bangsa (AHS).

“Gerakan ini saya minta harus konsisten dilaksanakan terus-menerus,”kata Muhadjir Effendi, saat menghadiri pencanangan GKS 1000 AHS Sulteng, Minggu 26 Maret 2017 di halaman Kantor Gubernur Sulteng.

Menurutnya, program tersebut harus dikawal serius. Jangan sampai tandas Muhadjir, anak putus sekolah terus bertambah sementara GKS sedang digalakkan.

“Harus dikawal dengan baik. Bangun kerja sama dengan pihak terkait. Jangan nanti ada yang sudah diusahakan masuk, tapi justru tetap ada saja yang keluar atau putus sekolah,”harapnya.

‎Muhadjir menyebut, Indonesia tahun 2045 akan memasuki masa bonus demografi. Dimasa itu, Indonesia diperkirakan akan menjadi empat negara dengan perekonomian terkuat.

“Artinya dari 4 penduduk, tiga diantaranya penduduk produktif yang bekerja. Satu penduduk lainnya itu akan dihidupi tiga penduduk yang produktif,”jelasnya.

Bonus demografi menurutnya adalah suatu masa dimana persentase penduduk Indonesia usia produktif yakni usia antara 15 sampai dengan 21 tahun lebih besar dari usia non produktif.

“Karena itu kita harus mampu mempersiapkan sumber daya manusia anak-anak kita agar bisa terserap dunia kerja,”ujarnya.

Pemerintah jelas Muhadjir saat ini terus mendorong berbagai kebijakan untuk merevitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui sebuah Instruksi Presiden (Inpres).

Diapun berharap, Pemprov Sulteng membangun kerjasama serta memberi insentif bagi perusahaan dan dunia industri. Agar nanti diharapkan anak lulusan SKM bisa terserap kerja di perusahaan atau dunia industri lainnya.

Pemerintah pun saat ini menerapkan pendidikan 12 tahun yang diprioritaskan bersekolah pada SMK.

“Makanya kalau ada yang berhenti, itu harus segera diajak masuk kembali ke sekolah,”demikian Muhadjir Effendi.

(mdi/Palu Ekspres)

News Feed