oleh

Nama-nama Orang Ini Menyedihkan, Horor hingga Bikin Kita Terbahak

AFSEL, PE – Apalah artinya sebuah nama. Peribahasa itu sudah lama adanya. Namun bagi anak-anak di Zambia, Afrika Selatan, mungkin mereka berharap nama yang disematkan bisa lebih layak dan bagus.

Itu ditangkap kontributor BBC Chris Haslam yang melakukan perjalanan ke Zambia. Di tengah tugasnya, dia menemukan nama-nama yang tidak biasa. Nama yang bikin miris, bikin sedih, tetapi secara garis besar bikin tertawa ngakak.

Salah satu nama yang dikenalkan padanya adalah Mulangani. Mulangani adalah seorang bocah lelaki yang ditemuinya di salah satu desa. Kepada sopirnya, Mavuto, Haslam bertanya arti nama itu. ”Mulangani diambil dari bahasa Nguni. Artinya, hukum saya. Atau secara formal berarti, dia yang harus dihukum,” kata Mavuto, sopir Haslam. Hah? Siapa yang memberikan nama jelek itu?

”Mungkin ayahnya. Mungkin juga ketua suku.” Memang, di Zambia dan Zimbabwe, sangat umum bila orang tua, khususnya di pedalaman, mengundang ketua suku untuk memberi nama bayi yang baru lahir. ”Kadang, ketua suku ingin menghukum keluarga itu. Atau, dia berpikir anak baru itu terlalu berat bagi keluarga. Jadi namanya biasa apa saja,” sambung Mavuto.

Selang beberapa hari, nama-nama tidak biasa lain dihadapkan kepada Haslam. Dia bertemu dengan Chilumba yang artinya kuburan kakak lelaki saya, Balaudye alias saya akan dimakan, Soca yang berarti nasib buruk, dan bahkan Chakufwa yang terjemahannya, sudah mati.

Tetapi tidak hanya yang buruk. Haslam juga berkenalan dengan Daliso yang berarti diberkati dan Chikondi yang artinya cinta. Dan, dikisahkan Haslam, dua orang tersebut terlihat lebih bahagia dibandingkan orang-orang bernama unik lain yang sudah dikenalnya.

”Dalam kultur Afrika, ada trend pemberian nama sesuai dengan situasi saat mereka dilahirkan,” ujar Clare Mulkenga-Chilambo, pekerja sosial di SOS Children’s Villages di Zambia. ”Untung bagi mereka yang lahir di situasi cerah dan bahagia. Namun, tidak untung bagi yang lain,” ujar Clare.

Situasi buruk itu bisa berupa apa saja. Salah satunya mengenai kenyataan kalau Zambia sudah dikuasai HIV dan AIDS. Angkanya memang turun. Pada 2015 secara global di Zambia, lima ribu anak dan 55 ribu orang dewasa terinfeksi HIV/AIDS. Dari angka itu diperkirakan ada 380 anak jadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal dunia karena HIV/AIDS dan 85 ribu anak lain mengidap HIV.

Dan, nama anak-anak itu pun tidak jauh dari keputusasaan tersebut. Tanya saja Massiye yang artinya yatim piatu. Atau, Chisonis (kesedihan) dan Chimwamsozi yang berarti peminum air mata. Yang lebih sadis lagi, ada anak berusia sembilan tahun yang bernama Komasi. Artinya, bunuh dia. Komasi punya adik, namanya Komaniso, artinya, bunuh dia juga.

Dijelaskan Clare Mulenga-Chilambo nama itu bisa berubah kalau mereka memutuskan menjadi Kristen. ”Mereka akan dibaptis dan mendapatkan nama Kristen. Itu adalah kesempatan untuk melepaskan nama tradisional mereka,” sambungnya.

Mulangani kecil yang berbincang dengan Haslam mengatakan dia akan dibaptis dan mengubah namanya menjadi Emanuel. ”Artinya, Tuhan bersama saya,” kata Mulangani diikuti senyum yang lebar.

Lantas, apa arti nama Mavuto yang menjadi sopir Haslam? ”Arti nama saya? Masalah,” katanya.

(BBC/tia/PE)

News Feed