Jumat, 15 Mei 2026
Berita  

Presiden RI Diganjar Penghargaan FAO, Jejak Sukses 10 Tahun Pembangunan Pertanian

PALUEKSPRES.COM, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Agricola Medal dari lembaga PBB Food and Agriculture Organization (FAO). Agricola Medal merupakan penghargaan tertinggi FAO bidang pangan dan pertanian global yang diberikan oleh FAO sejak tahun 1977.

“Salah satu torehan prestasi terbesar Presiden Jokowi saat memimpin Indonesia selama kurun waktu 10 tahun terakhir adalah berhasil mencapai swasembada beras sebanyak empat kali pada tahun 2017, 2019, 2020, dan 2021. Kepemimpinan beliau luar biasa karena swasembada beras dicapai pada saat terjadi ancaman krisis pangan dunia dan tantangan krisis iklim,” ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada keterangan pers, Jumat, 30 Agustus 2024.

Presiden Jokowi menoreh prestasi yang sama dengan Presiden Soeharto saat berhasil membawa Indonesia swasembada beras pada tahun 1984. “Raihan swasembada beras yang ditorehkan Indonesia tersebut terbilang sempurna karena selama empat kali tersebut kita sama sekali tidak mengimpor beras medium,”tutur Amran.

Amran mengungkapkan bahwa sejak Presiden Jokowi menunjuk dirinya menjadi Menteri Pertanian pada akhir tahun 2014, pemerintah telah menetapkan program prioritas berupa percepatan dan peningkatan produksi komoditas strategis nasional.

“Percepatan dan peningkatan produksi dicapai dengan mengoptimalkan lahan pertanian dengan hasil rendah dan sedang, seperti lahan rawa, tanah tadah hujan, dan lahan tidur untuk mendorong peningkatan produksi padi dan sejumlah komoditas pangan strategis lainnya,” jelas Amran.

Program ini dilakukan dengan memberikan dukungan sarana prasarana (infrastruktur) di bidang pertanian, diantaranya pompanisasi, embung, hingga jaringan irigasi guna mendukung peningkatan hasil produksi pertanian nasional. Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memanfaatkan varietas-varietas unggul padi, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Dukungan akses ke lembaga dan layanan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat dan asuransi pertanian juga terus ditingkatkan.

Peningkatan produksi padi diikuti dengan peningkatan produksi komoditas pangan strategis lainnya. Sejak tahun 2016, tidak ada impor cabai dan bawang merah karena produksi dalam negeri meningkat. Peningkatan produksi jagung menekan impor hingga 62% pada tahun 2016. Pada tahun 2017 tidak ada lagi impor jagung untuk pakan ternak. Bahkan pemerintah mengekspor bawang merah sebanyak 2.516 ton ke Thailand, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, dan Taiwan.

Capaian positif pembangunan sektor pertanian turut ditandai dengan keberhasilan sektor ini saat menopang pertumbuhan perekonomian nasional kala pandemi COVID-19.

“Selama pandemi, pertanian tumbuh 2,20 persen di saat PDB Nasional mengalami kontraksi sebesar -5,32 persen,” terang Amran.

Berbagai terobosan kebijakan pertanian juga turut berdampak pada penurunan jumlah penduduk miskin Indonesia. Apalagi, sektor pertanian masih menjadi penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia. Jumlah Penduduk Miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang, turun 0,68 juta orang terhadap Maret 2023 dan turun 1,14 juta orang terhadap September 2022.

Amran menyebutkan, persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, turun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023 dan turun 0,54 persen poin terhadap September 2022.

“Tren penurunan pada periode Maret 2020 ke Maret 2024 menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi baik di daerah perkotaan maupun perdesaan,” imbuhnya.

Selama kurun waktu 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, Amran memaparkan adanya kenaikan dari jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP). Pada tahun 2023 terdapat 28.419.398 rumah tangga, naik 8,74 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 26.135.469 rumah tangga.
Amran juga turut menyoroti semakin banyaknya anak muda yang menjadi petani. “Jumlah petani milenial yang berumur 19–39 tahun sebanyak 6.183.009 orang, atau sekitar 21,93 persen dari petani di Indonesia,” paparnya.

Saat memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi, Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu menyebutkan capaian yang diraih Presiden Jokowi ini merupakan bukti nyata atas kepemimpinan yang kuat di sektor pertanian.

“Indonesia telah menunjukkan kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama menuju ketahanan pangan global,” kata Qu Dongyu.

Dirjen FAO pun mengapresiasi Presiden Jokowi juga karena telah menyuarakan kepentingan sektor pertanian dan pangan pada saat Indonesia menjadi Presidensi G20 tahun 2022 lalu.Di bawah Kelompok Kerja Pertanian, disepakati Chair’s Summary yang berisi upaya memperkuat sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan, mendorong terciptanya perdagangan pangan yang terbuka, transparan, dan predictable, serta mendorong kewirausahaan pertanian yang inovatif melalui pertanian digital.

“Tema G20 pada 2022 lalu adalah “recovery together recovery stronger” dan Presiden Jokowi melalui Presidensi Indonesia pada G20 tesebut benar-benar berhasil menjaga semangat itu,” pungkasnya.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online